Menurut data World Air Quality Report dari IQAir, kualitas udara di sejumlah kota besar di Indonesia tergolong buruk dan jauh dari standar ideal yang ditetapkan World Health Organization (WHO).
Perhitungan kualitas tersebut berdasarkan konsentrasi particulate matter (PM) 2,5 di udara. PM 2,5 adalah partikel dengan ukuran diameter sekitar 2,5 mikrometer (1 mikrometer= 0,001 milimeter).
Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel ini dapat melayang di udara dalam waktu lama dan terhirup oleh manusia.
Efeknya adalah dapat memicu gangguan kesehatan mulai dari asma, sakit paru-paru, jantung, hingga kanker.
IQAir mencatat rata-rata konsentrasi PM 2,5 di sejumlah kota besar Indonesia bobotnya sekitar dua sampai tujuh kali lipat lebih tinggi dari standar.
Partikel ini umumnya berasal dari pembakaran kayu, asap kompor, asap kendaraan, sisa pembakaran energi dari pembangkit listrik dan industri serta asap rokok.
Untuk meminimalisir polusi yang menurunkan kualitas udara tersebut masuk ke dalam rumah, ada banyak cara salah satunya menggunakan air purifier.
Namun, apakah menggunakan air purifier efektif? Dilansir dari Healthline, hal ini tergantung dari sejumlah faktor mulai dari jenis kontaminan di dalam ruangan, ventilasi rumah, ukuran ruangan, dan seberapa konsisten menggunakan air purifier.
Dilansir dari laman resmi Electrolux, berikut cara menggunakan air purifier agar lebih efektif.
1. Bersihkan atau Ganti Filter Secara Berkala

Filter memiliki fungsi untuk menyaring udara yang akan dikeluarkan oleh air purifier. Sehingga dari waktu ke waktu, filter akan mengumpulkan banyak polutan.
Untuk memastikan alat selalu bersih dan bisa bekerja dengan efektif, bersihkan filter atau ganti secara berkala. Ikuti petunjuk produk tersebut.
Jika air purifier memiliki filter HEPA atau karbon, penggantian harus diakukan enam hingga 12 bulan sekali. Namun hal ini bergantung pada penggunaannya.
Kemudian, untuk menjaga bagian luar air purifier bersih, lap menggunakan kain mikrofiber lembap.
2. Letakkan Air Purifier di Lokasi yang Tepat
Letakkan air purifier di tengah ruangan untuk mengalirkan udara bersih ke seluruh ruangan. Kebanyakan pembersih udara memiliki saluran masuk udara depan dan saluran masuk samping dengan saluran keluar di bagian atas.
Penting untuk memastikan bahwa lokasi yang Anda pilih tidak menghalangi masuknya udara. Selain itu, kamu juga harus mengarahkan aliran udara bersih ke zona pernapasan.
Menempatkannya terlalu rendah atau tinggi dapat berdampak negatif terhadap kinerjanya. Disarankan untuk menempatkannya 15 cm dari benda terdekat, termasuk dinding.
Pastikan untuk menempatkan alat pembersih udara di tempat yang tidak dapat menghalangi aliran udara.
Jangan letakkan di dekat dinding atau furnitur besar. Selain itu, hindari meletakkan buku, vas, atau apa pun di atas alat pembersih udara yang dapat menghalangi aliran udara atau mengubah pengaturan unit.
Hindari lokasi yang terlalu panas atau terlalu dingin. Tingkat suhu yang ekstrem dapat menyebabkan tekanan pada alat pembersih udara.
3. Nyalakan Air Purifier Sepanjang Waktu
Memurnikan udara adalah proses yang berkesinambungan karena aliran udara di ruangan terus berubah.
Kamu tidak dapat menjalankan alat pembersih udara selama beberapa jam dan mengharapkan udara bersih.
Selain itu, menjalankan alat pembersih udara 24/7 dapat bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki alergi dan masalah pernapasan, seperti asma.
Namun, kamu tidak perlu mengkhawatirkan konsumsi energi – sebagian besar alat pembersih udara tidak memerlukan banyak listrik, karena hanya mengonsumsi listrik dalam jumlah yang sama dengan komputer.
Jika kamu mengkhawatirkan penggunaan energi, dapat mengubah kecepatan kipas ke rendah. Jika memilih untuk menjalankannya hanya pada waktu-waktu tertentu, menjalankannya pada malam hari akan bermanfaat.
4. Tutup Pintu Ketika Air Purifier Beroperasi
Mirip dengan AC, alat pembersih udara bekerja lebih efisien di ruang terbatas karena dapat menghilangkan mikro debu, bau, dan alergen dengan lebih cepat.
Tak hanya membuat listrik lebih boros, namun membiarkan jendela atau pintu terbuka saat menjalankan air purifier akan membuat udara bersih akan keluar.
Hal ini juga akan mencegah udara luar masuk ke dalam ruangan, sehingga filter tidak bekerja terlalu keras.
5. Bersihkan Ruangan

Air purifier bisa bekerja lebih efisien jika keadaan ruangan dibersihkan secara rutin. Sebab, pembersih udara tidak dapat menghilangkan debu berukuran besar.
Untuk itu, disarankan menyedot debu sekali atau dua kali seminggu untuk meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan.
