Badan Statistik (BPS) melaporkan tahun 2021 telah terjadi pencemaran air di 10.683 desa. Termasuk di Jakarta, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyoroti fakta bahwa 45 persen dari sumber air tanah telah terkontaminasi oleh bakteri berbahaya.
Hal ini disebabkan oleh penambangan air tanah yang berlebihan dan aktivitas industri. Sehingga diperlukan solusi pengolahan air yang lebih efektif untuk kehidupan sehari-hari.
Nusa Idaman Said, Peneliti Ahli Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan, jika salah satu tantangan yang dihadapi dalam penyediaan air bersih di Indonesia adalah kualitas air baku yang belum memenuhi standar karena pencemaran oleh limbah domestik dan industri.
Baca Juga: ACE Hadirkan Krisbow Sync, Smart Home yang Berikan Kemudahan
Untuk membantu dalam pengolahan air yang lebih jernih, Viessmann memperkenalkan Vitopure S2-2G yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Kami sangat antusias memperkenalkan produk ini di pasar Indonesia, sebagai manifestasi dari komitmen kami untuk menyediakan solusi air bersih dan aman. Dengan pendekatan inovatif kami, kami telah memperhitungkan berbagai faktor seperti variasi kualitas air dan kontaminan regional, untuk memastikan kinerja dan keandalan yang optimal,” ungkap Richard Chua, Head of Sales Southeast Asia, Viessmann Climate Solutions.
Vitopure S2-2G Dilengkapi Penyaringan 4 Tahap
Untuk bisa mendapatkan air yang lebih bersih, harus dilakukan penyaringan atau filtrasi. Nusa menjelaskan, jika teknologi filtrasi air beraneka ragam.
“Misalnya, pengendapan kimia, penyaringan konvensional seperti penggunaan pasir dan karbon aktif. Lalu penyaringan dengan membran yang menggunakan teknologi yang lebih canggih dibandingkan filter air konvensional. Membran memiliki pori-pori yang sangat kecil, sehingga mampu menyaring partikel yang jauh lebih kecil pula, termasuk bakteri, virus, dan logam terlarut. Pilihan teknologinya perlu disesuaikan dengan karakteristik air yang akan diolah atau ditingkatkan kualitasnya,” jelas Nusa.
Baca Juga: Dyson Perkenalkan Vacuum Cleaner Berteknologi AR
Sementara itu, Vitopure S2-2G dilengkapi sistem penyaringan empat tahap yang mampu mengurangi kekeruhan hingga 95 persen dan koliforma hingga 99 persen dengan tingkat efektivitas yang tergantung pada kualitas sumber air dan laju aliran aktualnya.
Sistem ini secara efektif menghilangkan kontaminan dan meningkatkan kualitas air, sehingga memberikan jaminan keamanan untuk digunakan di lingkungan rumah tangga.
Vitopure S2-2G menggabungkan konfigurasi pasir kuarsa berlapis ganda untuk menyaring dan menghilangkan partikel padat yang besar, sedimen, alga, dan lumut secara efisien.
“Selain itu, lapisan garnet tambahan secara efektif menyaring partikel yang lebih kecil dan telur cacing, memastikan pemurnian air secara menyeluruh. Karbon aktif semakin meningkatkan kualitas air yang diolah dengan menyerap warna, bau, dan klorin,” tambah Rainer Jeremiah, Product Management Specialist, PT. Aditya Sarana Graha, distributor resmi Viessmann Climate Solutions di Indonesia.
Baca Juga: Dukung Penanggulangan Sampah Elektronik, ACE Adakan Program Bisa Baik
Vitopure S2-2G ini juga dilengkapi dengan teknologi sinar UV yang memberikan lapisan perlindungan tambahan. Dibanderol seharga Rp9,9 juta perunit, Vitopure S2-2G merupakan bagian dari rangkaian pemurni air Vitopure yang mencakup enam seri, yakni S1, S2, S3, S4, S5, dan S6.
Setiap seri memiliki fitur unik yang disesuaikan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti mencuci, mandi, dan minum, dan ditawarkan dalam versi listrik dan non-listrik.
