Bukan soal desain yang cantik saja, namun saat membangun atau merenovasi rumah, harus diperhatikan kenyamanan dan daya tahan dalam kurun waktu yang lama.
Sebab, jika menyoal tentang desain saja saat pembangunan rumah, akan ada banyak hal yang perlu direnovasi ke depannya. Mulai dari tampilan yang cepat kusam, berjamur, dan bernoda akibat rembesan air.
Baca Juga: Konsep Rumah Modular Bisa Percepat Pembangunan Rumah?
Padahal, selain estetika, rumah merupakan tempat berlindung dan investasi jangka panjang. Misalnya, saat ini tren desain minimalis dengan elemen naturak semakin digemari. Dinding semen ekspos, palet warna earth tone, hingga tampilan material dalam bentuk aslinya memberikan kesan modern dan elegan.
Namun, tantangannya adalah bagaimana menjaga tampilan tetap bersih, rata, dan bebas dari kerusakan akibat kelembapan atau retak rambut. Lantas, bagaimana cara agar tidak sering merenovasi rumah?
Ingin Bebas Merenovasi Rumah? Perhatikan Hal Ini!
Lebih lanjut, Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih (PT Cemindo Gemilang Tbk), menjelaskan pada siaran pers tertulisnya, Selasa (11/2/25), jika memilih bahan material terbaik menjadi salah satu solusinya.
“Banyak orang berfokus pada tampilan desain saja saat membangun rumah, tetapi lupa mempertimbangkan kualitas material yang digunakan. Akibatnya, kualitas bangunan menjadi turun, tidak tahan lama atau bisa jadi harus sering renovasi,” jelas Nyiayu.
Baca Juga: Atasi Backlog, Beton Merah Putih Hadirkan Inovasi Prefabricated Modular Concrete
Ia menjelaskan, jika semen hanya mengambil porsi sekitar 5-10 persen dari total anggaran bahan pembangunan. Namun, pengaruhnya besar sekali terhadap ketahanan rumah dan menjaga estetikanya dalam jangka panjang.
Untuk mengatasi hal tersebut, Semen Merah Putih menawarkan Semen Merah Putih Watershield dengan teknologi repellent. Ini diklaim dapat memberikan kekuatan bangunan yang optimal dan melindungi dari kelembapan dan retak rambut.
Baca Juga: Konsep Rumah Mezzanine, Bisa Terlihat Luas?
Dengan inovasi ini, kekuatan struktur dan dinding bangunan lebih terjaga, warna alami dinding dapat bertahan lebih lama, sekaligus mengurangi risiko renovasi akibat kerusakan dini.
