Jika sebelumnya deterjen bubuk menjadi satu-satunya jenis pembersih pakaian yang digunakan semua orang, kini deterjen memiliki banyak jenis, mulai dari liquid atau cair hingga pods.
Ketiga jenis deterjen ini mudah ditemukan di toko offline maupun online dengan kelebihannya masing-masing. Namun, jenis deterjen apa yang paling efektif?
Baca Juga: Tips Menghilangkan Jamur di Mukena, Pakai 3 Bahan
Dilansir dari The Spruce, ada beberapa kelebihan yang diunggulkan setiap jenis deterjen. Misalnya, deterjen bubuk memiliki harga yang lebih terjangkau daripada kedua jenis deterjen lainnya. Kemudian lebih mudah diukur dan formulanya lebih stabil.
Akan tetapi, ternyata deterjen jenis bubuk ini tidak dianjurkan untuk pemakaian mesin cuci bukaan depan atau front loading. Dijelaskan oleh salah satu staff Xiaomi, pada acara peluncuran Mijia front load washer dryer, Kamis (7/8/25) lalu, jika deterjen jenis bubuk tidak ramah dengan perangkat tersebut.
“Disarankan untuk menggunakan deterjen cair atau pods. Ini karena jika penggunaan deterjen bubuk akan tersisa dan merusak mesin,” jelasnya.
Deterjen Bubuk Tidak Dianjurkan di Mesin Cuci Front Loading?
Lebih lanjut, dilansir dari whirlpool, karena deterjen cair menggunakan air sebagai bahan pengisi utama, deterjen ini mudah larut terlepas dari suhu air.
Sehingga, hal ini mengurangi kemungkinan penumpukan pada mesin cuci atau pakaian. Namun, pastikan untuk menggunakan dosis yang tepat untuk menghindari busa berlebih, residu, atau bau tak sedap.
Baca Juga: Ecolab Hadirkan ReadyDose™, Solusi Pembersih Untuk Industri Horeca
Sementara itu, deterjen bubuk juga dapat meninggalkan residu jika tidak larut dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan noda putih pada pakaian atau penumpukan di saluran pembuangan mesin cuci, terutama jika digunakan dengan air dingin atau sadah. Menggunakan opsi bilas ekstra, jika tersedia pada model mesin cuci, dapat membantu memastikan cucian terbilas secara menyeluruh.
Tips Mencuci Agar Tidak Meninggalkan Residu Deterjen
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penggunaan deterjen yang berlebih akan meninggalkan residu berlebih yang sulit dibersihkan di pakaian atau bisa menyumbat mesin.
Agar tidak terjadi penumpukan tersebut, hindari mencuci pakaian dengan jumlah yang sangat banyak. Ini akan membuat ruang terlalu padat dan menjebak deterjen sehingga membuatnya tidak larut dengan sempurna.
Baca Juga: Cara Membuat Pelembut Pakaian dengan Produk Rumahan
Mulailah dengan pakaian yang besar terlebih dahulu, masukkan cucian dalam gumpalan yang longgar dan tidak kusut agar merata di sekitar agitator, impeller, atau drum. Hindari juga memasukkan pakaian terlalu padat, karena ini akan menghambat pergerakan yang diperlukan untuk pembersihan yang sempurna.
