Kulkas inverter vs kulkas non inverter
Home Appliance

Kulkas Inverter VS Kulkas Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Konsumsi listrik tertinggi di dalam rumah salah satunya dari perangkat elektronik seperti kulkas. Kulkas bekerja 24 jam setiap harinya sehingga mememerlukan banyak energi listrik.

Terlebih ketika penggunaan kulkas yang memiliki daya listrik yang tinggi menjadi salah satu alasan mengapa tagihan listrik membengkak.

Baca Juga: Bolehkah Langsung Menyalakan Kulkas Setelah Dipindahkan?

Untuk mengatasinya, banyak orang yang memilih menggunakan lemari es berteknologi inverter. Berbeda dengan lemari es non inverter, kulkas ini memerlukan energi listrik yang lebih sedikit.

Lantas, apa perbedaannya dengan lemari es non inverter? Dilansir dari medium.com, berikut penjelasannya.

Kulkas Non Inverter

Kekurangan Kulkasn Non Inverter
Ilustrasi: Kekurangan Kulkas Non Inverter/ Foto: Unsplash; Debby Hudson

Kompresor merupakan jantung dari kulkas untuk bisa bekerja dengan baik. Jenis kompresor yang ada di dalam kulkas ini berjenis single speed yang hanya beroperasi pada satu kecepatan saja.

Dalam sehari, kompresor yang ada di dalam kulkas non inverter mengalami siklus hidup dan mati. Untuk itu, sering kali kulkas non inverter bersuara setelah fase sunyinya. Ini menandakan kompresor bekerja kembali.

Baca Juga: Hindari! Ini Kesalahan Saat Defrost Kulkas yang Membuat Cepat Rusak

Kulkas non inverter bekerja dan mati dengan kecepatan konstan yang menjadikan pemakaian listrik yang tinggi.

Kulkas Teknologi Inverter

Kulkas inverter lebih hemat energi
Ilustrasi: Kulkas Inverter Lebih Hemat Energi/ Foto: Unsplash; nrd

Sementara itu, kulkas ini memiliki kompresor yang dapat beroperasi pada berbagai kecepatan. Kompresor ini dapat bekerja pada kecepatan rendah dalam siklus yang lebih panjang.

Kompresor ini mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri sesuai dengan kebiasaan penggunaan konsumen dalam sehari karena dapat beroperasi pada berbagai kecepatan. 

Baca Juga: 8 Pengharum Kulkas Alami, Bisa Usir Berbagai Bau!

Misalkan jika kalian memasukkan barang ke dalam lemari es yang pintunya dibiarkan terbuka lebih lama, kompresor akan merasakan dan mulai beroperasi dengan kecepatan lebih tinggi untuk mengkompensasi hilangnya udara dingin dan memberi jalan bagi udara hangat yang juga masuk.

Kemudian, saat malam hari dan ketika aktivitas penggunaan kulkas sedikit atau hampir tidak ada sama sekali, kompresor akan bekerja lambat.

Cara kerja kulkas tersebut yang membuat penggunaan energi lebih sedikit dan tepat yang diperlukan untuk menjaga suhu kulkas.

Baca Juga: Apakah Saat Mudik Kulkas Dimatikan? Ini Penjelasannya!

Di sinilah efisiensi energi berperan dan menghemat hampir 20 persen hingga 30 persen tagihan listrik rumah.

Kelebihan lainnya adalah lemari es ini menghasilkan kebisingan yang rendah dibanding dengan lemari es non inverter. Lemari es non inverter umumnya mengeluarkan suara yang keras saat dinyalakan kembali. 

Sementara itu, lemari es dengan teknologi inverter memulai siklusnya dengan kecepatan rendah, sehingga mengeluarkan lebih sedikit suara.

Kulkas non interverter bekerja dan mati dengan kecepatan konstan sedangkan lemari es teknologi inverter memiliki kekuatan untuk beroperasi pada berbagai kecepatan. 

Ini dapat bekerja secara efisien pada kecepatan rendah dan menggunakan jumlah energi minimum yang diperlukan untuk mendinginkan lemari es ke tingkat optimal.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *