Merupakan negara kepulauan dengan 17 ribu pulau dan dua pertiga luas wilayah berupa perairan, tidak membuat permasalahan kualitas air di Indonesia selalu baik.
Meskipun seperti itu, capaian nilai di tahun 2022 belum memenuhi target nilai indeks kualitas air yakni 55,03.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Pandawara Group, Viessmann Lakukan Pembersihan Sungai
Dilansir dari laman Greeneration Foundation, permasalahan buruknya kualitas air di Indonesia dipengaruhi oleh konsumsi air yang berlebih, terbatasnya sumber air bersih, pencemaran limbah rumah tangga, dan kegiatan industri.
Keterbatasan Kualitas Air Bersih
Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, menjelaskan dalam laman kemkes.go.id, untuk menjamin semua masyarakat mempunyai akses terhadap air minum yang layak dan aman.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menargetkan 100 persen akses air minum layak. Dan 15 persen akses air minuma aman di tahun 2020-2024.
Sayangnya, keberadaan mata air dan air tanah terus berkurang saat ini, sehingga pemakaian air tanah juga harus mulau dibatasi. Bahkan dihentikan sehubungan dengan masalah penurunan muka tanah.
Di sisi lain, permasalah air ini tidak hanya dilihat dari sisi kuantitas, namun juga kualitas yang sudah tercemar. Salah satunya berkaitan dengan layanan akses sanitasi yang belum layak dan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Baca Juga: Apakah Menggunakan Air Purifier Penting? Ini Jawabannya!
Tercatat, Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) 2020, akes kualitas air minum aman sebesar 11,9 persen. Dan 40,8 persen masyarakat menggunakan air tanah sebagai sarana air minum (selain dari air minum perpipaan dan depot air minum).
Bahkan, sebanyak 14,8 persen rumah tangga di Indonesia menggunakan sumur gali untuk keperluan minum. Padahal, ini memiliki tingkat risiko cemaran tinggi.
Viesmann Vitopure Berikan Solusi Air Bersih di Rumah

Untuk membantu dalam pengolahan air yang lebih jernih, Viessmann memperkenalkan Vitopure S2-2G yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Vitopure S2-2G dilengkapi sistem penyaringan empat tahap yang mampu mengurangi kekeruhan hingga 95 persen dan koliforma hingga 99 persen dengan tingkat efektivitas yang tergantung pada kualitas sumber air dan laju aliran aktualnya.
Sistem ini secara efektif menghilangkan kontaminan dan meningkatkan kualitas air, sehingga memberikan jaminan keamanan untuk digunakan di lingkungan rumah tangga.
Baca Juga: Bersama PDAM Tirta Patriot Bekasi, Altea BLVD by Astra Land Indonesia, Siap Sediakan Air Bersih
Vitopure S2-2G menggabungkan konfigurasi pasir kuarsa berlapis ganda untuk menyaring dan menghilangkan partikel padat yang besar, sedimen, alga, dan lumut secara efisien.
“Selain itu, lapisan garnet tambahan secara efektif menyaring partikel yang lebih kecil dan telur cacing, memastikan pemurnian air secara menyeluruh. Karbon aktif semakin meningkatkan kualitas air yang diolah dengan menyerap warna, bau, dan klorin,” tambah Rainer Jeremiah, Product Management Specialist, PT. Aditya Sarana Graha, distributor resmi Viessmann Climate Solutions di Indonesia.
Baca Juga: Jangan Salah! Ini Cara Memilih Kulkas Bekas yang Baik dan Tepat!
Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumah, Viessmann juga menawarkan produknya Vitopure S4-RO. Dilengkapi dengan proses penyaringan mekanis multi tahap, serta proses penyaringan kimiawi, membuat air keran rumah bisa langsung diminum.
Pemurni air S4 bekerja tanpa listrik dan tersedia dalam tiga varian yang berbeda yang berbeda dalam jumlah tahap penyaringan untuk membersihkan air.
Bersamaan dengan Anniversary, Viessmann memberikan penawaran menarik selama periode 16 Mei hingga 31 Agustus 2024.
Yakni, gratis Wasserpump PW-133EA (senilai Rp1.063.000) untuk setiap pembelian water treatment station Vitopure S2-2G di dealer Viessmann dan toko resmi Viessmann di Tokopedia, Shopee, Blibli, atau homestory
