Bunga matahari merupakan tanaman tahunan musim panas yang disukai oleh banyak orang karena warnanya yang cerah.
Meski terlihatnya rumit, namun ternyata bunga matahari dapat ditanam di dalam pot dengan perawatan yang tepat.
Baca Juga: 6 Tanaman Anti Nyamuk yang Mudah Ditanam di Rumah
Seperti namanya, bunga matahari memerlukan paparan sinar matahari untuk bisa tumbuh dengan subur. Berikut penjelasannya.
Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari di Pot

Dilansir dari Better Homes and Gardens, ada beberapa tahapan dan hal yang harus diperhatikan ketika ingin menanam dan merawat bunga matahari di pot, seperti berikut ini.
1. Pilih Pot yang Besar
Memilih pot berukuran tepat merupakan kunci untuk menanam bunga matahari di dalam pot. Sebagai besar varietas bunga matahari tumbuh setinggi beberapa meter, bahkan terkadang mencapai satu hingga dua meter.
Saat menanam bunga matahari di dalam pot, pastikan wadah memiliki kedalaman dan ruang yang cukup untuk menopang akarnya.
Baca Juga: 5 Tanaman Hias Outdoor yang Tahan Paparan Sinar Matahari
Sebab, bunga matahari memiliki akar tunggang yang membutuhkan ruang untuk tumbuh sepenuhnya. Pilih wadah dengan kedalaman yang cukup sehingga dapat menampung setidaknya ketinggian tanah 60 cm sehingga akar memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh.
2. Gunakan Campuran Tanah yang Kaya Nutrisi
Bunga matahari tidak terlalu pilih-pilih soal tanah tempat mereka tumbuh, asalkan tanahnya memiliki drainase yang baik.
Karena bunga matahari adalah pemakan berat, yang berarti mereka membutuhkan banyak nutrisi dari tanah, sebaiknya campurkan tanah dengan kompos atau pupuk kandang yang sudah tua untuk memastikan tanaman Anda tumbuh subur.
3. Taburkan Benih Bunga Matahari Saat Cuaca Hangat
Waktu terbaik untuk menanam benih bunga matahari saat suhu tanah sekitar 10 derajat Celcius. Menanam bunga matahari di dalam pot berarti tidak perlu bergantung pada suhu tanah di luar ruangan, tetapi ini merupakan indikator yang baik bahwa cuaca sedang menghangat dan saatnya menanam bunga ini.
Pilih benih berkualitas tinggi untuk memastikan perkecambahan yang optimal. Taburkan benih langsung ke dalam wadah karena bunga matahari tidak suka dipindahkan atau dicabut. Taburkan benih sedalam 1-1 ½ inci dan beri jarak sekitar 15 cm.
4. Penyiraman
Setelah menanam benih, siram setiap hari agar tanah tetap lembap. Pastikan tanah tetap lembap tetapi tidak becek saat bibit bunga matahari tumbuh.
Setelah bunga matahari tumbuh dengan baik di dalam pot, sebaiknya siram lebih sering dan dalam jumlah banyak daripada menyiramnya lebih sering.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Jamur Pada Tanaman Hias Dengan Produk Rumahan
Siram bunga matahari seminggu sekali hingga airnya mengalir dari dasar pot. Periksa tingkat kelembapan tanah dengan memasukkan jari kalian ke dalam tanah sedalam beberapa inci. Jika tanah kering, siram bunga matahari.
Pupuk bunga matahari dalam pot kira-kira sebulan sekali menggunakan pupuk cair serbaguna dengan takaran setengah dari yang tertera pada petunjuk label.
5. Paparan Sinar Matahari
Bunga matahari adalah bunga yang menyukai sinar matahari, jadi letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari langsung setidaknya 6-8 jam sehari.
Bunga matahari tumbuh paling baik di cuaca hangat, jadi mungkin akan lebih lambat tumbuh jika ditanam terlalu cepat di musim hujan sebelum suhu tetap di atas 10 derajat Celcius.
