Menurut laporan SMACC 2021, status Indonesia sempat menempati peringkat pertama dunia dalam unggahan konten penyiksaan hewan.
Untuk itu, gerakan Pawtective Siren, meluncurkan inovasi kalung beralarm pintar berbasis sensor detak jantung. Langkah ini menjadi solusi preventif bagi anjing-anjing liar yang rentan menjadi korban penyiksaan.
Baca Juga: Atasi Rendahnya Usia Harapan Hidup Kucing dan Anjing, Royal Canin Lakukan Ini
Dengan populasi anjing nasional yang diperkirakan mencapai 16 juta ekor, perlindungan fisik beripa penampungan saja dinilai tidak lagi mencukupi.
Pengawasan Area yang Tak Terjangkau

Jeremy Randolph, perwakilan gerakan Pawtective Siren, dari Komunitas Hope of Strays, menegaskan bahwa pendekatan preventif berbasis teknologi dibutuhkan untuk menjangkau area yang selama ini luput dari pengawasan.
“Selama ini shelter dan relawan bekerja luar biasa keras, tetapi mereka lebih banyak menyelamatkan setelah kejadian.
Baca Juga: Seberapa Sering Anjing Harus Dimandikan?
Sementara kekerasan sering terjadi di lokasi sepi atau malam hari tanpa saksi. Pawtective Siren kami rancang sebagai perlindungan langsung di lokasi, sebelum kekerasan itu menjadi fatal,” jelas Jerry.
Mendeteksi Trauma Secara Real Time

Mengadopsi teknologi smart health collar, alat ini dirancang dapat membaca respon fisiologis anjing saat mengalami ketakutan ekstrem.
Berdasarkan pengujian tim pengembang, detak jantung anjing dalam kondisi normal berada pada kisaran 70 sampai 120 detak per menit.
Baca Juga: Ikut Dijarah, Kucing Uya Kuya Stres? Pahami Tanda Kucing Stres dan Cara Mengatasinya
Namun saat mengalami trauma atau ancaman serius, detaknya dapat melonjak hingga 130 sampai 250
detak per menit.
Pada ambang batas 130 BPM sebagai indikator kondisi darurat, sistem akan secara otomatis mengaktifkan sirene berkekuatan 100 sampai 110dB serta lampu LED berkedip berintensitas tinggi.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Makanan Kucing & Anjing dari Royal Canin
Alarm ini dirancang untuk menarik perhatian publik dalam radius 100 sampai 300 meter di area
terbuka, terutama pada malam hari.
Sistem Smart Off memastikan alarm berhenti otomatis saat detak jantung kembali stabil di bawah
120 BPM guna meminimalkan stres lanjutan pada hewan.
Baca Juga: Usia Harapan Hidup Kucing dan Anjing di Indonesia Rendah? Ini Penyebabnya!
“Kami tidak ingin alat ini berbunyi saat anjing hanya bermain atau berlari biasa. Karena itu pengujian dilakukan untuk memastikan lonjakan yang terdeteksi benar benar merepresentasikan kondisi panik
atau ancaman serius,” ujar Jerry.
Dipasang Pada Anjing Liar di Area Rawan di Jakarta
Pada fase awal, rencananya sebanyak 500 unit Pawtective Siren akan diproduksi dan dipasang pada anjing-anjing liar di titik rawan Jakarta.
Perangkat ini juga dilengkapi fitur GPS untuk membantu relawan memantau posisi dan kondisi perangkat secara berkala.
Baca Juga: Acerpure Hadirkan Clean V2 Cordless Vacuum Cleaner, Bisa Grooming Hewan Peliharaan!
Jeremy menyebut gerakan ini bukan sekadar proyek teknologi, melainkan bagian dari upaya membangun standar baru perlindungan hewan di Indonesia.
“Lewat Pawtective Siren, kami ingin memastikan bahwa setiap tangisan ketakutan hewan tidak lagi berakhir dalam kesunyian.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Makanan Kucing & Anjing dari Royal Canin
Ketika mereka terancam, publik bisa langsung tahu. Ini bukan sekadar aksesori, tetapi bentuk perlindungan nyata bagi mereka yang tidak bisa bicara,” jelasnya.
Melalui penggalangan dana dan kolaborasi lintas komunitas, gerakan ini menargetkan ekspansi ke
berbagai kota lain di Indonesia dengan harapan membangun sistem perlindungan hewan yang lebih
responsif dan berbasis partisipasi publik.
