Baru-baru ini publik diramaikan oleh berita penjarahan di beberapa rumah pejabat dan menteri Indonesia, salah satunya rumah Uya Kuya seorang public figure sekaligus salah satu anggota DPR RI.
Tak hanya barang berharga yang hilang, namun Uya Kuya harus kehilangan semua kucing yang sudah dirawatnya sejak lama.
Baca Juga: Catat! Ini Permasalahan Umum Kesehatan yang Sering Dialami Kucing Persia
Setelah ditelusuri, kini beberapa kucingnya sedang dirawat oleh musisi Sherina Munaf. Melalui sosial media pribadinya, Sherina membagikan kabar terbaru tentang keadaan kucing-kucing Uya Kuya.
“Update check up di vet: Berat badan 1 kg, seharusnya ini berat badan untuk kucing usia 4-5 bulan. Tapi gigi terlihat sudah lengkap & permanen, berarti usianya sudah 8-9 bulan, sudah bukan kitten. Diduga ras British Shorthair.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Kucing Sakit yang Patut Diketahui
Calico betina. Pernafasan aman. Tak ada masalah respiratory. Kondisi kutuan tak mungkin terjadi hanya dalam 1-2 hari terakhir. Dikhawatirkan kutuan sebabkan anemia. Dari sample pup, memang ada slight overgrowth bakteri normal, bisa jadi disebabkan imunitas turun/stres,” tulis Sherina pada akun Threads miliknya.
Ciri Kucing Stres

Berkaca dari kasus kucing milik Uya Kuya, keadaan kucing yang stres dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatannya. Hal ini dikarenakan saat kucing stres, imunitas menjadi turun dan mudah terpapar bakteri. Agar tidak terjadi hal tersebut, berikut tanda kucing stres dan cara mengatasinya.
1. Peningkatan Vokalisasi
Dilansir dari PetMD, kucing yang mengalami stres akan cenderung lebih vokal. Suara yang dikeluarkan kucing sebenarnya ingin menyampaikan tentang kondisi yang dialaminya.
Kucing yang stres sering kali mengeong, melolong, mendesis, dan menggeram. Saat kucing mengeong dan melolong, bisa jadi itu merupakan teriakan minta tolong atau perhatian dari pemiliknya.
Baca Juga: Kucing Diare Terus Menerus? Ini Penyebabnya
Sementara itu, mendesis dan menggeram merupakan suara alami ketika kucing merasa terancam dan suara ini berfungsi untuk memperingatkan hewan lain agar menjauh.
2. Perawatan Diri yang Berlebihan
Meskipun kucing sering melakukan perawatan diri dengan cara menjilati tubuhnya, namun ketika mereka melakukannya secara berlebih, merupakan tanda kucing sedang stres.
Situasi yang menegangkan dapat mendorong kucing untuk melakukan perilaku perawatan diri ini agar merasa lebih baik. Namun, perawatan diri yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi kulit yang lebih parah—dan peningkatan keinginan untuk menjilat.
3. Buang Air Kecil di Luar Kotak Pasir
Salah satu tanda stres yang paling umum pada kucing adalah membuang air kecil di luar kotak pasir. Namun, buang air kecil di luar kotak pasir juga bisa disebabkan oleh faktor medis, seperti infeksi saluran kemih, batu atau kristal di saluran kemih, atau masalah ginjal.
Jadi, jika kucing kalian mulai buang air kecil di luar kotak pasir, konsultasikan dengan dokter hewan untuk mengatasi potensi masalah kesehatan sebelum berfokus pada langkah-langkah pengurangan stres.
4. Agresi
Saat kucing menghadapi situasi yang menegangkan, ia akan menyerang untuk melindungi dirinya sendiri. Selain mendesis dan menggeram, agresi pada kucing dapat terlihat seperti menerkam atau menguntit.
Namun, seperti buang air kecil di luar kotak pasir, agresi juga dapat disebabkan oleh faktor medis, seperti penurunan kognitif pada kucing yang lebih tua atau kondisi yang menyakitkan lainnya.
Baca Juga: Atasi Rendahnya Usia Harapan Hidup Kucing dan Anjing, Royal Canin Lakukan Ini
Kunjungan ke dokter hewan merupakan langkah awal yang penting sebelum menerapkan pengobatan, suplemen, atau perubahan lingkungan baru untuk mengatasi agresi.
5. Bersembunyi
Sementara sebagian kucing mungkin menyerang ketika terancam, kucing lain mungkin bersembunyi ketika merasa stres dan rentan.
Kucing dapat melindungi dirinya sendiri saat mengalami tekanan emosional dan mental dengan menolak berinteraksi dengan anggota rumah lainnya. Jangan ganggu kucing jika hal ini terjadi, karena bisa memperburuk stresnya.
Atasi Kucing Stres
Selain membawanya ke dokter hewan, pemilik kucing juga bisa melakukan penanganan dari rumah, antara lain:
- Berikan lingkungan yang memadai melalui banyak perhatian positif, termasuk belaian, perawatan, dan permainan interaktif. Penggunaan mainan puzzle dan mainan lainnya dapat membantu.
- Siapkan ruang ideal untuk kucing dengan semua fasilitas yang dibutuhkannya agar merasa nyaman dan menunjukkan perilaku normal. Ini termasuk tempat bertengger yang tinggi agar ia dapat melihat pemandangan luar, alas garukan kucing horizontal dan tiang garukan vertikal, mangkuk kucing yang ditempatkan dengan baik agar ia makan dan minum secara teratur dan kotak pasir yang bersih.
