Bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Komisariat Wilayah Bekasi, PT NS BlueScope Lysaght Indonesia menggelar Student Design Sprint Competition 2026.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, tim dari President University dengan karya berjudul Simpul Harmoni berhasil menjadi pemenang Juara 1.
Baca Juga: BlueScope Tampilkan Instalasi Ikonik dan Eksplorasi Desain Baja di ARCH:ID 2025
Mengusung tema “Small Intervention, Big Impact: Reimagining Campus Elements with Steel”, kompetisi ini menantang mahasiswa merancang Student Hub berbasis material baja yang fungsional, inovatif. Serta berdampak positif bagi lingkungan kampus.
Ajang ini diikuti oleh 39 mahasiswa dari enam perguruan tinggi, yaitu Universitas Pelita Bangsa, Universitas Krisnadwipayana, President University, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Trisakti, dan Universitas Gunadarma.
Potensi Baja dalam Arsitektur
Lebih lanjut, Felix Gustiar, President Director PT NS BlueScope Lysaght Indonesia menjelaskan bahwa di tengah masih rendahnya utilisasi baja di Indonesia, khususnya sektor konstruksi. Sehingga, pihaknya ingin mendorong mahasiswa lebih mengenal potensi material baja dalam arsitektur.
“Kami percaya bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri memiliki peran penting dalam membentuk generasi arsitek yang inovatif dan adaptif.
Baca Juga: 5 Tips Ciptakan Desain Rumah Modern dan Nyaman dengan Mudah!
Melalui Student Design Sprint Competition 2026, kami berharap dapat memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa
sekaligus membuka perspektif baru mengenai pemanfaatan baja dalam dunia arsitektur,” ujar Felix.
Proses Penilaian
Dalam kompetisi ini, setiap tim diberikan waktu mengolah gagasan sebelum mempresentasikan rancangannya di hadapan dewan juri. Dewan juri yang bertugas menilai mencakup Ar. Nurseto Nugroho (Associate Architect Aboday Design), Ar. Aris Nuryahya (Associate Architect UrbanPlus), Stanislas Dinda (Technical Marketing Manager PT NS BlueScope Lysaght Indonesia), dan Ar. Sigit Supriadi (perwakilan IAI Bekasi).
Selain kualitas desain, juri mempertimbangkan fungsionalitas, inovasi, keberlanjutan, serta relevansi solusi terhadap kebutuhan pengguna kampus.
Baca Juga: Desain Rumah Anti Banjir, Seperti Apa?
Sebagai bagian dari rangkaian program, acara ini diawali dengan webinar pra-kompetisi dua minggu sebelum pelaksanaan Design Sprint untuk memberikan wawasan proses perancangan praktis.
Sesi webinar tersebut menghadirkan narasumber profesional, yakni Ar. Vicentius Hermawan (Director of Architecture & Partner UrbanPlus), Ar. Gregorius Agie Aditama (Director of Operations Aboday Design), serta Stanislas Dinda (Technical Marketing Manager PT NS BlueScope Lysaght Indonesia).
