Memiliki wilayah yang membentang dari pengunungan hingga pesisir, mayoritas masyarakat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah menggantungkan hidup pada pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Akan tetapi, pola konsumsi di Nabire berkurang bervariasi menurunkan Pola Pangan Harapan dari 82,1 persen pada 2023 menjadi 78,0 persen pada 2024.
Sementara Angka Kecukupan Energi hanya mencapai 1.853 kilokalori per kapita hari ini, di bawah standar nasional 2.100 kilokalori.
Baca Juga: Ini Tampilan Gereja Katedral Santa Maria Palembang dengan Pencahayaan dari Signify
Kondisi ini mendorong berbagai inisiatif lokal untuk meningkatkan produksi pangan dan gizi anak-anak secara berkelanjutan.
Desa Muko di Tanah Merah, Distrik Yaro, menjadi contoh nyata perubahan ini. Lahan di sekitar pekarangan SDN Muko yang dulunya kosong kini disulap menjadi kebun produktif dengan barisan sayur mayur dan kandang ternak, memanfaatkan sumber daya alam lokal.
Baca Juga: Signify Terangi 30 Desa Terpencil di Maluku Lewat Program Kampung Terang Hemat Energi
Program ini berjalan berkat kolaborasi masyarakat setempat dan Bosch Indonesia melalui program pertanian berkelanjutan. Yakni dengan menyediakan lahan, bibit unggul, hewan ternak, serta pendampingan intensif selama satu tahun.
Fasilitas Belajar yang Memadai
Kepala SDN Muko, Agustina Taihuttu, mengingat dengan baik dukungan Bosch selama tujuh tahun terakhir yang memberi dampak nyata bagi anak- anak dan masyarakat, dimulai dari fasilitas pendidikan.
“Awalnya saya menampung anak-anak korban konflik di Intan Jaya serta mereka yang rumahnya sangat jauh.
Baca Juga: Astra Property Selesaikan Akuisisi Mega Manunggal Property
Karena yakin setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Kini, setelah ada asrama dan fasilitas belajar yang memadai, lebih dari 220 siswa dari sekitar enam suku berbeda dapat menempuh pendidikan di sekolah ini,” jelasnya.
Baca Juga: Astra Property Tanam 500 Bibit Mangrove di Pulau Pramuka
Sementara itu, selain menghasilkan pangan, Kebun di SDN Muko juga sarana pembelajaran kemandirian. Anak-anak belajar menanam, merawat ternak, dan memahami ketahan an pangan, sambil menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan semangat gotong royong.
Hasil panen digunakan untuk gizi harian siswa, mendukung operasional asrama, dan melibatkan warga
dalam pengelolaan serta distribusi. Sehingga anak-anak belajar menjadi agen perubahan bagi ekonomi dan kesejahteraan desa.
Pembangunan Asrama Layak Huni Sepanjang 7 Tahun
Selama tujuh tahun terakhir, Bosch Indonesia menyalurkan sekitar €85.000 atau setara dengan Rp1,4 miliar.
Ini digunakan untuk berbagai inisiatif di Nabire, termasuk pembangunan asrama layak huni di SDN Muko. Tahun ini, Bosch menambah dukungan melalui donasi Rp144 juta untuk program pertanian berkelanjutan.
Baca Juga: Bosch Indonesia Jalankan Ragam Program Keberlanjutan 2024
Kemudian, menandai investasi tahunan terbesar perusahaan di Papua sekaligus memperluas inisiatif percontohan yang mendorong transformasi masyarakat secara menyeluruh.
Bupati Nabire, Mesak Magai, pun menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
