Green School Bali
Loving Healing

Mengenal Green School Bali, Sekolah Hijau yang Menerapkan Arsitektur Bioklimatik

Berbicara tentang desain rumah bioklimatik tak terlepas dari penerapannya pada prinsip-prinsip berkelanjutan. Hal ini juga tak terlepas dari penggunaan material yang ramah lingkungan hingga penerapan desain untuk meminimalisir penggunaan sumber daya alam tidak dapat diperharui.

Arsitektur bioklimatik ini juga dianggap bisa memberikan kenyamanan pada pemilik hunian, karena memberikan pilihan untuk lebih hemat energi.

Baca Juga: Desain Rumah Bioklimatik Lebih Hemat Energi? Ini Cara Penerapannya!

Misalnya dengan mengaplikasikan ventilasi silang dan bukaan yang cukup, akan lebih menghemat energi pemakaian pendingin ruangan atau AC.

Ternyata dalam penerapannya, arsitektur bioklimatik ini sudah diterapkan pada bangunan sekolah di Green School, Bali. Green School memanfaatkan material bambu sebagai bahan bangunannya.

Pemanfaatan Bahan Material Alami

Green School Bali
Green School Bali, Foto: Dok. Green School Bali

Berbeda dengan bangunan sekolah pada umumnya, Green School Bali memanfaatkan bahan material bambu sebagai bangunannya. Sekolah yang mengedepankan konsep green ini, terletak di antara Denpasar dan Ubud, tepatnya di Desa Sibang Kaja, Badung Bali.

Tak hanya bambu-bambu berkualitas baik, namun sekolah ini juga memanfaatkan bahan material lainnya seperti alang-alang di Bali, dan dinding lumpur tradisional dari tanah liat.

Baca Juga: Manfaatkan Material Bekas, Tobias Raih Juara 1 OGRA 2023 Asia

Bahkan, dikutip dari laman Aksaramaya diperkirakan ada 2500 lebih batang bambu yang dipergunakan untuk membangun tiang-tiang sebagai struktur gedung di Green School Bali.

Konteks sustainable di Green School Bali tak hanya sekadar pemanfaatan material ramah lingkungan saja, namun pada tingkatan yang lebih tinggi. Alih-alih menggunakan kendaraan berbensin, murid-murid di sekolah ini disediakan mobil Bio Bus berbahan bakar minyak bekas.

Menariknya, konsep hijau diterapkan juga dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Makan siang sekolah dimasak dengan bahan bakar serbuk gergaji dari perkebunan bambu setempat dan disajikan di atas ingka atau keranjang jerami dengan lapisan daun pisang.

Pembangunan Green School Bali

Desain Rumah Bioklimatik di Green School Bali
Desain Rumah Bioklimatik di Green School Bali/ Foto: Dok. Green School Bali

Green School Bali digagas oleh John dan Cynthia Hardy yang merupakan mantan pengusaha perhiasan asal Canada pada 2006 silam. Pembangunan sekolah ini berjalan selama kurang lebih dua tahun.

Baca Juga: Arsitek Indonesia Borong Gelar Juara Lomba Desain Onduline Green Roof Awards 2023 ASIA

Pada September 2008 lalu, Green School Bali selesai dibangun dan dibuka secara resmi pertama kali yang memiliki 90 siswa.

Sejak saat itu, Green School semakin berkembang dan menjadi salah satu contoh inspiratif dalam pendidikan berkelanjutan. Bahkan, di sekolah ini tidak adala lagi ruang kelas tradisional, namun struktur bambu besar yang dikelilingi oleh pohon-pohon rindang.

Baca artikel menarik lainnya di homeloving.id

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *