Menikmati kopi kini bukan lagi sekadar keinginan, namun sebuah tren yang lekat di masyarakat Indonesia.
Namun, dibalik tren yang sedang menjamur di semua kalangan umur ini, ampas kopi menjadi masalah serius yang sering kali terabaikan.
Baca Juga: Astra Property Perkuat Komitmen Terhadap Sustainability
Tercatat, pada 2020, sebanyak 15.59 ton ampas kopi tertimbun di Indonesia yang menyebabkan kerusakan lingkungan.
Ampas kopi mengandung karbon tinggi yakni 54,5 persen dan berpotensi melepaskan CO2 serta gas metana jika membusuk di TPA. Hal ini juga dapat menambah beban emisi.
Pemanfaatan Ampas Kopi

Untuk itu, ampas kopi harus diolah lagi untuk dijadikan hal yang lebih bermanfaat yang tidak merusak lingkungan.
Kopi mengandung nitrogen yang membantu menetralkan bau, sehingga bisa dimanfaatkan untuk penyegar udara ataupun penghilang bau di dalam kulkas.
Baca Juga: 5 Cara Membuat Pengharum Kamar Tidur Alami
Dilansir dari The Kitchn, ampas kopi yang dikeringkan dan dimasukkan ke dalam toples kemudian diletakkan di dekat tempat sampah, bisa menghilangkan bau tak sedap. Berikut cara mengaplikasikannya:
- Setelah menyeduh kopi, sebarkan bubuk bekas kopi di atas piring atau loyang agar benar-benar kering. (Langkah ini sangat penting karena jika lembap dapat cepat berjamur.)
- Setelah kering, tuangkan bubuk kopi ke dalam wadah kecil terbuka, seperti toples, atau bahkan toples bekas.
- Letakkan wadah tersebut di tempat yang dibutuhkan untuk mengurangi bau.
Membuat Scrub
Selain menjadi penghilang bau tak sedap di dapur, ampas kopi yang telah dikeringkan juga bisa diolah kembali menjadi body scrub.
Caranya sediakan ampas kopi kering, madu, gula, dan olive oil. Kemudian, masukkan ke dalam wadah ampas kopi dan gula (aduk hingga tidak ada gumpalan gula).
Baca Juga: Astra Property Perkuat Komitmen Terhadap Sustainability
Setelahnya, masukkan olive oil dan madu ke dalam campuran tersebut dan aduk hingga mendapatkan konsistensi pasta. Jika sudah selesai, masukkan ke dalam wadah tertutup rapat.
Scrub ini dapat bertahan tiga hingga empat bulan dengan penyimpanan di suhu ruang. Untuk perbandingannya, gunakan rasio 2:1:1 dengan rasio lebih banyak gula daripada bahan lainnya.
