Savyavasa, kawasan hunian mewah yang berlokasi di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, yang dikembangkan oleh Swire Properties dan JSI Group, resmi memperkenalkan Signature Residence.
Berada di Tower 2, hunian tiga kamar tidur seluas 254 meter persegi ini, telah sepenuhnya dilengkapi furnitur, hasil rancangan studio desainer interior asal New York, Design by Human (DBH).
Baca Juga: Gandeng Kozystay, Astra Land Indonesia, Hadirkan Solusi Hunian Sewa Premium di Arumaya Residences
Di bawah arahan desainer utama Joe Human, Signature Residence menyatukan perspektif desain global, pengaruh budaya Indonesia, dan kriya lokal untuk menghadirkan hunian yang dirancang bagi gaya hidup masa kini.
Kriya dan Kenyamanan

“Signature Residence dirancang dengan mempertimbangkan kehidupan sehari-hari. Desainnya menyeimbangkan keterbukaan dan privasi, menciptakan ruang-ruang yang mendukung berbagai momen sepanjang hari.
Kini setelah hunian ini sepenuhnya dilengkapi furnitur, calon pembeli dapat langsung merasakan kualitas, kriya, dan kenyamanan yang menjadi ciri khas hunian ini,” ujar Kristien Joe, Direktur Sales dan Marketing Savyavasa.
Baca Juga: Berkolaborasi dengan IKEA, Apartemen Skandinavia Hadirkan Dua Pilihan Desain Unik
Desainnya dirancang sebagai sebuah perjalanan melalui lima lingkungan yang saling terhubung. Mulai dari ruang keluarga dan makan, ruang santai (den), dua kamar tidur tamu, serta suite utama.
Masing-masing ruang memiliki ekspresi material dan fungsi tersendiri, namun tetap menyatu dalam satu pengalaman tinggal yang utuh.
Kekayaan Warisan Budaya Indonesia

Menariknya, diselipkan beberapa nilai budaya Indonesia di beberapa ruangannya. Di ruang keluarga, panel kayu vertikal diukir dengan tangan menggunakan motif yang terinspirasi dari batik, menerjemahkan ulang referensi tradisional melalui komposisi geometris yang lebih kontemporer.
Kemudian, pada ruang makan dihadirkan karya seni khusus yang menggambarkan suasana panen padi di sawah Indonesia.
Baca Juga: Menikmati Sunset dari Citadines Antasari Place, Jakarta
Dikembangkan dari sketsa tangan dan diwujudkan menjadi lanskap melalui kolaborasi bersama desainer fesyen lokal, Linda Mulia, karya seni ini terinspirasi dari sawah-sawah yang dilihat Joe Human saat pertama kali berkunjung ke Indonesia.

Karya seni tersebut dilengkapi dengan pilihan dekorasi yang dikurasi langsung dari New York, menghadirkan interior yang berwawasan internasional namun tetap berpijak kuat pada konteks Indonesia.
Baca Juga: Memasuki Bulan September, IKEA Ajak Masyarakat Menata Rumah Agar Lebih Nyaman
Sementara itu, den merangkul karakternya yang menghadap ke dalam melalui dinding Venetian plaster yang menghadirkan kedalaman, tekstur, dan pantulan cahaya yang halus seiring perubahan cahaya alami sepanjang hari.
“Ruang ini hampir seperti sebuah jeda untuk indra,” ujar Joe Human. “Alih-alih menghadirkan lebih banyak cahaya, kami memilih merangkul karakter ruang ini yang secara alami terasa intim. Materialnya membantu menciptakan suasana yang tenang dan reflektif, menjadi kontras yang pas dari ruang-ruang utama di hunian ini yang lebih terbuka.”
Kekayaan Alam Indonesia

Kemudian, pada area kamar utama ditampilkan lukisan dua sisi yang penuh warna dan dapat dinikmati baik dari kamar tidur maupun kamar mandi.
Menampilkan kekayaan alam Indonesia, pada salah satu kamar tidur tamu dihadirkan panel kayu buatan lokal yang menggambarkan lanskap negeri ini dari sudut pandang udara.
Baca Juga: Yuk, Intip Desain Rumah Ombak di Kemang Utara!
Sementara itu, kamar tidur tamu lainnya menghadirkan tempat tidur berbentuk organik yang dirancang selaras dengan proporsi dan karakter ruangnya.
Untuk furnitur dan elemen mebel khusus di unit ini dikerjakan oleh lokakarya (workshop) Indonesia yang menggunakan kayu keras lokal.
Baca Juga: Kolaborasi dengan 4 Desainer, Conchita Home Hadirkan Pameran Visions of Opulent Luxury
Tekstilnya sendiri dipilih dari para pengrajin di Indonesia, Tiongkok, Prancis, dan Amerika Serikat, menghadirkan palet material yang berlapis tanpa kehilangan koneksinya dengan tempat asalnya.
Proses desain dan produksi ini turut mempererat kolaborasi antara tim desain dan para perajin lokal, menyatukan keahlian desain internasional dengan seni kerajinan khas Indonesia.
“Saya selalu mengagumi kedalaman kriya Indonesia dan kemampuannya menghadirkan warisan budaya melalui bahasa desain kontemporer,” tutup Joe Human.
