Pencahayaan menjadi salah satu sumber energi yang banyak digunakan oleh manusia setiap harinya. Menurut data yang dilansir dari International Energy Agency (IEA) tahun 2022, konsumsi listrik untuk pencahayaan meningkat.
Melihat hal tersebut, Signify, menegaskan kembali komitmen terhadap keberlanjutan dengan terus menghadirkan solusi pencahayaan yang hemat energi dan terkoneksi.
Baca Juga: Signify Luncurkan Philips UltraEfficient LED, Sebagai Solusi Pencahayaan Hemat Energi
Pasalnya, meskipun intensitas karbon listrik menurun, emisi CO2 dari pencahayaan mengalami peningkatan pada tahun tersebut. Untuk itu, transisi menuju pencahayaan LED yang lebih efisien memungkinkan pengurangan emisi karbon secara signifikan.
Mengapa LED?

Lebih lanjut, pencahayaan memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pencapaian target keberlanjutan dan dekarbonisasi.
Oleh sebab itu, salah satu cara yang cepat dan mudah untuk mencapainya adalah dengan beralih dari pencahayaan konvensional ke pencahayaan LED. Pencahayaan LED terkoneksi juga dapat mengurangi hingga 80 persen konsumsu energi terkait pencahayaan, baik untuk infrastruktur gedung, perkantoran, fasilitas umum, hingga lampu jalan.
Baca Juga: Lampu Putih VS Lampu Kuning, Mana yang Lebih Baik dan Hemat?
“Transisi dari lampu konvensional ke LED bisa mengurangi 80 persen konsumsi energi yang lebih rendah. Bagaimana caranya hidup dengan nyaman tetapi dengan konsumsi energi yang rendah, tentunya dengan memilih atau transisi ke produk yang lebih hemat energi,” jelas Lea Indra, Head of Public and Government Affairs, Signify Indonesia dalam pertemuan media di Jakarta, Kamis (27/2/25).
Green Switch, Mengurangi Jejak Karbon
Untuk membantu bisnis dan kota dalam mengurangi jejak karbon melalui transformasi pencahayaan yang lebih efisien dan cerdas, pada 2023 Signify Indonesia memperkenalkan inisiatif Green Switch.
Bisnis dan kota membutuhkan solusi yang efektif biaya agar mampu berkompetisi. Pencahayaan LED, LED terkoneksi, dan pencahayaan LED berbasis tenaga surya menawarkan cara mengurangi konsumsi listrik, biaya operasional dan pemeliharaan, sekaligus membawa dampak positif bagi lingkungan.
Baca Juga: Berapa Watt Lampu Untuk Kamar Tidur? Ini Penjelasannya
Lebih lanjut pencahayaan terkoneksi mendorong percepatan transformasi pintar dan digital dalam pengembangan infrastruktur perkotaan yang merupakan kunci dalam mewujudkan kota pintar yang meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi warganya.
Selain itu, inovasi lampu LED UltraEfficient Signify lebih hemat hingga 60 persen dibandingkan LED generasi pertama, dan dengan masa pakainya yang lebih tahan lama turut membantu mengurangi sampah serta biaya pemeliharaan.
“Dengan komitmen ini, Signify Indonesia memastikan bahwa pencahayaan bukan hanya sebagai elemen fungsional, tetapi juga sebagai solusi strategis untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan mempercepat perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” ucap Lea Indra, Head of Public and Government Affairs, Signify Indonesia dalam pertemuan media di Jakarta, pada 27 Februari 2025.
