Arumaya Financial Center
News

5 Alasan Mixed-Use Development Jadi Pilihan Strategis Bisnis Modern

Mobilitas dan produltivitas yang semakin meningkat di kota besar seperti Jakarta, membuat pelaku bisnis dan perusahaan korporat tak hanya mencari perkantoran yang strategis, namun juga kerja terintegrasi yang mampu mendukung keberlangsungan operasional jangka panjang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sekitar 67% penduduk Indonesia diproyeksikan akan tinggal di kawasan perkotaan pada 2035, dengan konsentrasi tertinggi di Jakarta.

Baca Juga: Tetap Bertahan dan Terus Berkembang di Bisnis Properti, Ini Kunci Sukses INPP

Sementara itu, penggunaan transportasi publik seperti MRT dan LRT terus meningkat, mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat terhadap konektivitas dan aksesibilitas.

Alasan Mixed-use Jadi Solusi Bisnis di Tengah Kota

Melihat hal tersebut, konsep mixed-use development mulai menjadi solusi yang semakin relevan. Berikut lima alasan mengapa model pengembangan ini, kini menjadi pilihan strategis untuk operasional bisnis modern.

1. Dekat dengan Konsumen

Perilaku konsumen telah berubah drastis. Pencarian untuk layanan “near me” di platform digital
kini meningkat hingga 85 persen.

Hal ini mencerminkan pergeseran prioritas masyarakat yang menginginkan kemudahan akses tanpa harus melakukan perjalanan jauh.

Baca Juga: Residensial Hingga Komersial, Ini yang Ingin Dihadirkan di Setiap Proyek INPP

Konsumen modern, termasuk pekerja kantoran, kini lebih memilih lokasi yang menawarkan berbagai fasilitas dan layanan dalam jangkauan dekat.

Kemudian, bagi pelaku usaha ritel dan kuliner, keberadaan di kawasan mixed-use development menempatkan bisnis tepat di jalur pergerakan harian ribuan orang.

Sementara bagi penyewa perkantoran, kedekatan dengan berbagai fasilitas memberikan benefit nyata seperti peningkatan efisiensi waktu dan kenyamanan karyawan.

2. Fasilitas Terintegrasi untuk Work-Life Balance Karyawan

Dengan konsep yang menggabungkan hunian, perkantoran, dan area komersial, kawasan mixed-use ini mengurangi jarak antar aktivitas penting dalam kehidupan urban.

Sehingga, dapat memotong waktu perjalanan, akses mudah ke fasilitas kesehatan, olahraga, dan pilihan kuliner.

Baca Juga: Astra Property Hadirkan Penawaran Menarik di Astra Auto Fest 2025

Bagi penyewa area ritel, keberadaan konsentrasi pekerja profesional dengan daya beli stabil membentuk ekonomi siang hari yang kuat.

3. Akses ke Pasar Multi-Segmen yang Lebih Stabil

Mixed-use development menghubungkan tiga segmen pengguna sekaligus: penghuni residensial, pekerja kantoran, dan pengunjung eksternal.

Masing-masing memiliki pola konsumsi berbeda, mulai dari kebutuhan sarapan pagi, makan siang kantor, hingga pengunjung sore dan malam hari.

Baca Juga: Astra Property Hadirkan Gedung Perkantoran Ramah Lingkungan di Kawasan TB Simatupang

Bagi pelaku usaha komersial, kondisi ini menciptakan traffic yang stabil dan sumber pendapatan yang lebih beragam.

Berbeda dengan lokasi yang hanya memiliki satu fungsi dan bergantung pada satu segmen saja, mixed-use development menawarkan ketahanan bisnis yang lebih baik.

4. Efisiensi Operasional dan Komitmen Keberlanjutan

Ekosistem terintegrasi memungkinkan efisiensi operasional yang sulit dicapai di kawasan dengan fungsi tunggal.

Penyewa dapat mengakses infrastruktur bersama seperti manajemen parkir, sistem keamanan terpadu, dan logistik yang lebih efisien untuk menurunkan biaya operasional.

Baca Juga: Asya, Township dari Astra Land Indonesia Hadirkan Singapore Intercultural School!

Dari sisi keberlanjutan, banyak mixed-use development modern kini mengadopsi teknologi hemat energi dan meraih sertifikasi bangunan hijau.

Bagi perusahaan yang menjalankan program keberlanjutan, hal ini memberikan nilai tambah bagi reputasi dan persepsi publik terhadap komitmen lingkungan perusahaan.

5. Stabilitas Nilai Investasi Jangka Panjang

Dengan diversifikasi segmen pengguna, mixed-use development memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap fluktuasi ekonomi. Jika satu sektor melemah, sektor lain dapat memberikan keseimbangan.

Untuk penyewa yang mempertimbangkan kontrak jangka panjang atau ekspansi, kawasan dengan konektivitas tinggi dan sertifikasi bangunan hijau cenderung mempertahankan bahkan meningkatkan nilai dalam jangka panjang.

Baca Juga: Astra Property Tanam 500 Bibit Mangrove di Pulau Pramuka

Faktor-faktor ini memberikan kepastian bagi perusahaan untuk merencanakan pertumbuhan bisnis secara lebih strategis.

The Arumaya

Menjawab kebutuhan tersebut, Astra Property menghadirkan The Arumaya, sebuah mixed-use development yang berlokasi di kawasan R.A Kartini, Jakarta Selatan.

Berdiri di atas lahan seluas 25.792 m2, The Arumaya menghadirkan Arumaya Financial Center untuk area komersial dan perkantoran, serta Arumaya Residences dengan desain modern untuk gaya hidup urban.

Baca Juga: Arumaya Residences, Tawarkan Kenyamanan dan Panorama di Tengah Kota

“Kami merancang The Arumaya dengan filosofi ‘Simply Integrated, Smartly Connected’. Konsep
mixed-use development ini bukan hanya tentang menyatukan berbagai fungsi dalam satu kawasan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang memfasilitasi gaya hidup urban yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Demmy Indranugroho, Head of Leasing Management and Corporate Communications Astra Property.

Sejalan dengan filosofi tersebut, Arumaya Financial Center telah meraih sertifikasi Gold Certified Green Building dari Green Building Council Indonesia (GBCI), menunjukkan komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

“Dengan menyelesaikan tahap topping off di bulan Oktober 2025 ini untuk Arumaya Financial Center, kami semakin dekat dengan visi menciptakan kawasan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga berkontribusi positif terhadap lingkungan dan komunitas,” tutup Demmy.

    You may also like...

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *