Saat musim panas, banyak alat elektronik yang bekerja lebih keras daripada biasanya untuk mendinginkan ruangan di dalam rumah.
Sebut saja AC dan kipas angin. Kedua alat elektronik ini harus bekerja keras untuk mengurangi hawa panas di dalam rumah. Biasanya, kedua alat ini dioperasikan di beberapa ruangan di dalam rumah salah satunya di kamar tidur.
Tak jarang jika penggunaan AC dan kipas angin di kamar tidur saat musim panas memiliki waktu yang lebih panjang daripada saat musim lainnya.
Akan tetapi, sering kali keadaan kamar tidur masih terasa panas meskipun sudah menggunakan satu atau kedua alat elektronik tersebut. Sebenarnya apa yang terjadi?
Dikutip dari Homes and Gardens, panas dapat terperangkap dalam kamar tidur karena beberapa faktor seperti berikut ini.
1. Tirai yang Terlalu Tebal

Tirai dan gorden tebal berkontribusi signifikan dalam menahan panas di dalam kamar dengan mencegah sirkulasi udara yang efisien.
Meskipun tirai tebal terlihat cantik, ada baiknya gunakan gorden atau tirai berwarna terang dan tipis yang memberikan sedikit insulasi, namun tetap memungkinkan udara bersirkulasi.
Andrea Hundley, desainer interior dan pemimpin redaksi di Design Morsels, mengatakan bahwa memilih gorden dan kerai yang tepat dapat berdampak besar pada seberapa panas ruangan.
2. Seprai yang Berbahan Tidak Menyerap

Saat musim panas tiba, gunakan seprai yang dapat menyerap keringat seperti bahan katun. Jacky Chou, desainer utama dan pendiri Archute menyarankan jika masih ingin menggunakan selimut, gunakan selimut dengan bahan tipis.
3. Kasur yang Mendistribusikan Panas

Bahan pembuat kasur berkontribusi terhadap pemanasan di malam hari. Beberapa kasur mungkin memberikan kenyamanan yang cukup, tetapi jika cuaca panas, kasur juga dapat mengeluarkan banyak panas.
Sebaliknya, pilihlah salah satu yang memungkinkan sirkulasi udara baik sehingga tubuh memiliki kemampuan bernapas sepanjang malam.
Pilihannya adalah kasur hybrid, maupun kasur spring bed yang memiliki lapisan pegas dan kumparan berkantong yang memungkinkan udara mengalir dengan mudah.
Lapisan itu menghentikan udara terperangkap dan mengurangi panas permukaan.
4. Elektronik dan Penerangan

Pastikan untuk mematikan semua perangkat elektronik dan lampu saat tidak digunakan di kamar tidur, terutama di malam hari.
Perangkat elektronik seperti TV, komputer, dan lampu menghasilkan banyak panas saat dinyalakan atau digunakan.
Meskipun kalian hanya mengisi daya ponsel di samping tempat tidur, hal ini dapat menghasilkan panas saat kalian tidur.
Sebaliknya, batasi jumlah perangkat elektronik yang digunakan di kamar tidur. Pastikan lampu dimatikan pada siang hari dan gunakan secukupnya pada malam hari dalam waktu singkat karena panas dapat dengan cepat menembus ke dalam ruangan.
David Mason, desainer interior mengatakan bahwa dia selalu memastikan untuk mencabut peralatan elektronik dan juga mematikan stekernya untuk memastikan tidak ada panas yang keluar kembali ke dalam ruangan.
David juga menyarankan untuk memindahkan seluruh penggunaan barang elektronik ke area lain di rumah terutama saat menghadapi suhu yang luar biasa tinggi.
5. Dinding Berwarna Gelap

Warna gelap menyerap panas sehingga bisa membuat kamar tidur terasa lebih hangat.
Julia Arco, desainer interior dan pemilik Bark and Chase menyarankan mengecat dinding dengan warna reflektif cahaya untuk membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas.
Selain itu, pilih furnitur berwarna terang atau tutupi furnitur berwarna gelap dengan sarung berwarna terang untuk menciptakan suasana yang lebih sejuk.
“Warna-warna gelap pada dinding, furnitur, atau tempat tidur memiliki kecenderungan alami untuk menyerap lebih banyak panas dibandingkan warna-warna terang,” kata Julia.
Hal ini dapat menyebabkan ruangan menjadi tempat penyimpanan panas pada hari-hari yang terik.
Perbedaannya akan sangat terlihat ketika kalian mengganti warna dinding, furnitur, dan kain yang lebih terang di kamar tidur.
Alih-alih pengap, justru akan lapang dan terang. Skema warna kamar tidur yang terang juga berkontribusi membuat ruangan terlihat lebih besar.
Meskipun cat matte biasanya digunakan di kamar tidur, lapisan satin mungkin cocok digunakan di kamar anak-anak karena tahan lama dan reflektif.
6. Kurangnya Ventilasi

Aliran udara yang buruk dapat menyebabkan kamar tidur menjadi pengap dan hangat. Menurut Dave Roberts, spesialis HVAC dan pemilik Northeast Mechanical Services, harus memastikan adanya ventilasi yang baik di kamar tidur melalui penggunaan kipas angin untuk mengalirkan udara.
“Kipas langit-langit atau plafon adalah tambahan yang bagus untuk meningkatkan pergerakan udara dan menciptakan angin sepoi-sepoi yang menyegarkan,” jelasnya
Tips bagus lainnya adalah membuka pintu dan jendela kamar tidur di siang hari untuk memastikan udara panas dapat keluar dari kamar tidur dan menyebar ke area lain di rumah atau keluar melalui jendela kamar tidur.
