Merupakan tempat yang selalu basah dan lembap, membuat kamar mandi harus didesain dengan hati-hati agar tidak membahayakan yang menggunakannya.
Ini termasuk saat pemilihan ubin kamar mandi. Pemilihan ubin kamar mandi harus diperhatikan tekstur dan jenisnya, agar tidak licin dan aman digunakan.
Meski memiliki banyak ragam, namun dilansir dari BoVila yang paling penting dalam memilih ubin lantai kamar mandi adalah tahan kelembapan dan tidak licin saat basah.
Setelah itu, pemilihan akhir umumnya penyeimbangan gaya dan anggaran. Untuk membantu memilih jenis ubin kamar mandi, berikut beberapa pilihannya.
1. Ubin Kamar Mandi Vinyl

Vinyl merupakan material lantai kamar mandi yang paling populer karena harganya yang murah dan tingkat kepraktisannya yang tinggi.
Sangat cocok untuk setiap kamar mandi di rumah, mulai dari kamar mandi utama hingga ruang rias. Vinyl dipilih karena keamanan, kenyamanan, dan daya tahannya.
Kini produsen vinyl menyediakan kemudahan pemasangannya, sehingga tidak terlalu merepotkan saat memasangnya.
2. Ubin Keramik dan Porselen
Keramik memiliki daya tarik karena mudah dalam perawatan meskipun kurang nyaman ketika diinjak tanpa alas kaki.
Jika dilindungi dengan glasir bermutu tinggi, keramik akan tahan terhadap keausan dan goresan. Ubin porselen lebih keras daripada ubin berbahan dasar tanah liat.
Saat membeli ubin keramik atau porselen, pastikan ubin tersebut sesuai untuk digunakan di lantai.
Pilih ubin keramik dengan grade 1 atau 2 untuk lantai. Ubin keramik juga dilengkapi dengan koefisien gesekan (COF). Untuk mencegah tergelincir di ruangan basah ini, pilihlah yang berperingkat 0,50 atau lebih besar.
Sistem pemeringkatan Porcelain Enamel Institute (PEI) menghitung sebaliknya; pilih ubin yang setidaknya PEI III.
3. Ubin Batu Alam

Ubin batu dulunya terbatas pada serambi. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, mereka juga mendapatkan popularitas di ruangan lain, termasuk kamar mandi.
Terbuat dari batu kapur, marmer, granit, dan batu tulis, ubin batu tersedia dalam warna mulai dari krem hingga biru, merah, hijau, dan emas.
Namun, ubin batu alam ini lebih mahal daripada ubin keramik atau porselen.
Ditambah lagi, batu berpori alami membutuhkan lebih banyak perawatan dibandingkan ubin keramik; pembersihan dan pemolesan secara teratur dianjurkan.
4. Ubin Laminasi
Ubin laminasi plastik (lebih umum tersedia dalam bentuk papan) juga merupakan pilihan yang baik, terutama jika Anda sedang melakukan renovasi.
Mirip dengan bahan laminasi yang menutupi meja dapur selama satu atau dua generasi, ubin tidak menaikkan ketinggian lantai yang ada secara signifikan, sehingga memudahkan perencanaan transisi dari satu ruangan ke ruangan lain.
Meskipun tahan lama dan mudah dibersihkan, laminasi tidak mampu menyerap kelembapan.
Genangan air dapat menyusup ke inti papan serat, menyebabkan material mengembang dan melengkung.
Dengan laminasi, sangat penting untuk menutup celah di sepanjang dinding, di sekitar kloset, dan bak mandi untuk mencegah infiltrasi air. Kekurangan lainnya: Laminasi tidak memiliki variasi gaya yang sama seperti yang Anda temukan pada keramik dan vinil.
5. Ubin Lantai Linoleum

Linoleum terbuat dari minyak biji rami, bubuk gabus, tepung kayu, batu kapur, dan pigmen. Ini cocok untuk rumah dalam suasana kontemporer atau retro dan cocok untuk kamar mandi.
Bahan ini disebut-sebut mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme secara alami dan mampu mengusir debu dan kotoran, sekaligus mempertahankan warnanya. Namun, tampilannya memerlukan biaya, karena linoleum relatif mahal.
6. Ubin Gabus
Lantai gabus hangat saat disentuh dan sangat nyaman di kaki, dan ubinnya diwarnai dalam berbagai warna.
Pemasangannya tidak sulit, tetapi perkirakan untuk mengaplikasikan beberapa lapis poliuretan untuk menutup lantai dan mencegah kelembapan mencapai lantai bawah, bahkan jika kalian membeli ubin yang sudah jadi.
Baca artikel menarik lainnya di http://homeloving.id
