Drama kehilangan barang di dalam rumah menjadi hal yang sering terjadi pada banyak keluarga. Bukan karena barang yang bertambah, namun karena barang-barang kecil mulai kehilangan tempatnya.
Misal, nampan berpindah ke balik sofa, hingga barang sehari-hari seperti skincare, aksesoris, hingga charger mulai sulit ditemukan saat dibutuhkan.
Baca Juga: Tips Membuat Dapur Selalu Bersih dan Nyaman Ala IKEA
Perubahan ini yang sering mengganggu terutama di area seperti kamar tidur dan kamar mandi, tempat dimana barang esensial seharusnya paling mudah dijangkau dan ditemukan.
Sesuatu yang Berulang
Hal ini bukan soal rajin atau tidak, namun suatu hal yang berulang seperti déjà vu. Dirapikan, puas, namun perlahan kembali sepertii semula.
Lama-lama, beres-beres terasa melelahkan dan semakin mudah ditunda. Di titik ini, masalahnya bukan lagi tentang merapikan, tetapi tentang sistem yang diterapkan.
Baca Juga: Tips Menata Rumah di Tengah Kesibukan Ala IKEA
Bagaimana rumah bisa mengikuti kebiasaan penghuninya, bukan sebaliknya.
“Banyak orang merasa rumahnya selalu berantakan, padahal sudah sering dirapikan. Biasanya bukan karena ruangnya kurang atau barangnya terlalu banyak, tapi karena sistem penyimpanannya belum benar-benar cocok untuk mereka.
Baca Juga: Tips Menata Rumah Kecil Agar Terlihat Tetap Rapi Ala IKEA
Di IKEA, kami selalu memberikan solusi yang dimulai dari kebiasaan nyata di rumah. Barang apa yang sering dipakai, di mana biasanya diletakkan, dan apa yang paling sering dicari.
Dari situ, solusi yang dibuat bukan hanya rapi secara visual, tapi juga terasa lebih mudah dijalani setiap hari,” ujar Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia.
Cara Menata yang Lebih Sederhana dan Realistis

Sebenarnya, solusinya adalah dengan cara menata yang lebih sederhana dan realistis. Sediakan tempat yang jelas untuk barang-barang yang paling sering dipakai dan meletakkannya di area yang terlihat seperti meja rias atau area dekat pintu masuk.
Kebiasaan merapikan akhirnya tidak lagi terasa seperti tugas tambahan, tapi menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Baca Juga: Desain Interior Kamar Tidur yang Salah dan Membuat Tidak Nyaman!
Dalam praktiknya, solusi kecil seperti tray untuk barang harian, kotak penyimpanan untuk kategori tertentu, atau pembagian zona berdasarkan aktivitas dapat membantu mengurangi kebiasaan “menaruh sementara” yang sering berujung jadi permanen.
Ketika sistem ini bekerja, rumah tidak lagi terasa seperti sesuatu yang harus terus dibereskan, melainkan ruang yang secara alami lebih teratur.
Baca Juga: MR. D.I.Y Berikan Tips Menata Rumah di Acara Easy Living with Smart Choice
“Yang sering tidak disadari, justru produk-produk kecil yang paling sering dipakai punya peran besar dalam menjaga rumah tetap teratur. Solusi seperti box, tray, trolley, atau organiser bukan sekadar tempat penyimpanan, tapi membantu membentuk kebiasaan.
Ketika barang punya tempat yang jelas dan mudah dijangkau, orang jadi terbiasa untuk langsung menaruh kembali,” jelas Alfonsus Kristian, Business Leader IKEA Indonesia.
Interior Design Service
Untuk itu, IKEA menghadirkan Interior Design Service (IDS) yang membantu pelanggan merancang ruang berdasarkan kebutuhan dan kebiasaan mereka.
Melalui pendekatan yang dipersonalisasi, setiap ruang, mau digunakan untuk hunian ataupun bisnis, dapat ditata agar lebih mudah digunakan sehari-hari.
Baca Juga: 5 Tips Mendekorasi Rumah Jelang Momen Spesial 2026
Selain IDS, melalui IKEA for Business, perusahaan dan pelaku usaha dapat merancang ruang yang bisa berkembang sesuai kebutuhan mulai dari perencanaan bersama tim ahli hingga pendampingan saat implementasi.
Dengan begitu, ruang yang tercipta tidak hanya rapi, tetapi juga benar-benar mendukung alur kerja sehari-hari.
Baca Juga: IKEA Sediakan Teras Indonesia Sebagai Wadah UMKM
“Pada akhirnya, rumah seharusnya membantu, bukan menambah beban. Di IKEA, kami terus berupaya untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang.
Salah satunya dengan memastikan waktu di rumah tidak habis hanya untuk mencari barang yang kita miliki.
Waktu terlalu berharga untuk dihabiskan dengan hal-hal kecil seperti itu. Lewat pendekatan ‘Ga Perlu Main Petak Umpet Lagi’, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa menata rumah cukup dimulai dari hal sederhana yang membuat setiap barang punya tempatnya, sehingga hidup sehari-hari terasa lebih ringan,” tutup Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.
