Pulang ke kampung halaman atau mudik, menjadi tradisi jelang Hari Raya Idul Fitri. Momen mudik ini menjadi aktivitas yang dilakukan banyak masyarakat Indonesia.
Saat liburan panjang, mereka yang memiliki kampung halaman akan berlibur dan meninggalkan rumah dengan waktu lama. Terkadang, saat meninggalkan rumah untuk liburan panjang, ada beberapa alat elektronik yang sering kali lupa untuk dicabut atau matikan.
Baca Juga: Berapa Suhu AC Nomal Untuk Kamar Tidur?
Salah satunya adalah AC yang sering ditinggalkan dalam keadaan steker masing terpasang di aliran listrik. Lantas, apakah AC harus dicabut saat liburan?
Menurut Deni, teknisi AC di wilayah Jakarta dan sekitarnya, kebanyakan orang akan membiarkan AC dalam keadaan terpasang di aliran listrik. Padahal, hal tersebut adalah tindakan yang salah dan dapat merusak AC.
Mengapa AC Harus Dicabut Saat Liburan Panjang?

Lebih lanjut Deni menjelaskan, AC rumah harus dalam keadaan mati dan dicabut dari aliran listrik. Ini untuk meminimalisir kerusakaan AC selama tidak ada orang di rumah. “AC harus dicabut ketika tidak ada orang di rumah dan ditinggalkan dalam jangka waktu panjang. Sebab, jika ada pemadaman listrik, kemudian hidup kembali, akan merusak modul AC,” jelas Deni.
Baca Juga: Jangan Salah, Ini Mode AC Untuk Musim Panas!
Selain mematikan AC selama liburan panjang, ada pun cara untuk membuat ac lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Dijelaskan Deni, AC harus dibersihkan sebelum mudik atau liburan panjang selama tiga bulan sekali.
Pembersihan AC penting karena setiap harinya debu akan menempel pada alat elektronik ini dan jika tidak dibersihkan AC akan bekerja lebih berat dan membuat lebih cepat rusak. Ini juga dapat membuat tagihan listrik melonjak.
