Memiliki rumah sebagai tempat tinggal merupakan salah satu impian banyak orang. Sebagai opsi pembelian, ada beberapa cara yang bisa ditempuh, yakni membeli dari perumahan siap huni atau rumah lama yang harus direnovasi.
Akan tetapi, tak jarang calon pembeli merasa bingung tentang apa saja yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah.
Baca Juga: Suhu Dingin di Musim Kemarau, Ini Tips Lindungi Rumah di Udara Dingin
Seorang content creator melalui platform TikTok, Brian Nathanael membagikan tipsnya. Melalui kontennya Tanjun House, ia menjelaskan apa saja yang harus diperhatikan sebelum serah terima rumah.
Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Serah Terima Rumah

Dari pengalamannya merenovasi rumah sendiri tanpa bantuan arsitek, pemilik akun TikTok @braynathanael, ini memberikan tips dan apa saja yang harus diperhatikan sebelum serah terima rumah.
1. Cek Lapisan Tembok Pembatas Rumah
Idealnya, tembok pembatas antara rumah dengan tetangga memiliki dua lapis. Jika hanya satu lapis, tembok cenderung mudah lembap dan suara satu sama lain saling terdengar.
Namun, tak jarang developer memberikan dua lapis pada tembok pembatas area depan rumah saja, sehingga memberikan ilusi bahwa pembatas rumah berlapis dua.
Baca Juga: Cara Mengusir Semut Masuk ke Rumah, Termasuk Memperbaiki Hunian!
Untuk memastikannya, mengetuk tembok rumah bisa menjadi salah satu cara mengeceknya. Jika saat diketuk tembok terasa kopong, mengartikan tembok hanya satu lapis.
2. Uji Kualitas Lantai dengan Kelereng
Terdengar cukup unik, namun pantulan kelerang dapat menunjukkan kualitas lantai keramik rumah. Caranya dengan menjatuhkan kelereng ke lantai kemudian dengarkan suara dan lihat tinggi pantulannya.
Jika keramik terpasang dengan baik, pantulan kelereng akan tinggi dan suara pantulan kelereng terdengar lebih keras.
Baca Juga: Bangun, Perbaiki, atau Renovasi Rumah? Ini Penjelasannya
Sebaliknya, jika suara pantulan terdengar kopong dan pantulannya rendah, besar kemungkinan lantai tidak berkualitas baik atau keramik kopong.
Hal ini dapat menimbulkan gelembung dan keramik bisa meledak di kemudian hari. Selain itu, kelereng juga dapat digunakan untuk mendeteksi area potensi genangan air di kamar mandi.
Baca Juga: Desain Rumah Anti Banjir, Seperti Apa?
Caranya, cukup tebarkan beberapa kelereng ke lantai kamar mandi dan pastikan semua kelereng bergulir menuju floor drain.
Jika ada kelereng yang tertahan di area tertentu, maka air dapat tergenang di area tersebut,
sehingga kemiringan lantai perlu diperbaiki.
3. Lihat Ada Kebocoran di Luar dan Dalam Rumah
Terkadang, kebocoran rumah baru bisa terdeteksi saat cuaca ekstrim datang, seperti hujan badai. Untuk itu, kalian harus mengecek sebelumnya.
Caranya adalah dengan menyiram jendela yang tertutup dari luar, jika ada tetesan atau rembesan air di dalam rumah, ini menandakan sealant jendela tidak terpasang dengan baik.
Baca Juga: Mengapa Harus Melakukan Renovasi Wajib? Ini Penjelasannya
Selain kebocoran dari luar, konstruksi rumah yang tidak sempurna juga dapat menyebabkan kebocoran dari genangan maupun aliran air di dalam rumah.
Untuk mengetesnya, tutup semua floor drain dengan plastik, lalu siram lantai dengan air sampai tergenang dan diamkan hingga minimal satu hari.
Perhatikan apakah air merembes ke tembok atau langit-langit, terutama jika ada kamar mandi di lantai atas. Tips ini juga bisa dilakukan untuk mengecek genangan atau kebocora di dak atap rumah.
4. Temukan Tembok Retak dan Bergelembung
Pastikan rumah yang baru dibeli tidak memiliki retakan maupun gelembung pada tembok, apalagi jika rumah tersebut baru dibangun.
Cara paling mudah untuk mengecek adalah dengan mematikan semua lampu, lalu tempelkan senter pada dinding tembok. Tembok yang rata ditandai dengan sorotan cahaya senter yang rata.
Baca Juga: Trik Mendesain Rumah Kecil Agar Lebih Nyaman dan Indah
Namun, jika tembok bergelombang atau tidak rata, sorotan cahaya pun akan terhalang. Tembok bergelembung bisa disebabkan oleh pengaplikasian cat yang kurang sempurna, permukaan dinding yang terlalu panas, atau mengindikasikan kelembaban rumah.
Sementara tembok retak umumnya disebabkan oleh pergeseran struktur maupun kelembaban udara.
5. Cek Sinyal di Dalam Rumah
Brian menceritakan pengalaman tak mengenakan ketika membeli rumah. Ia tidak mendapatkan sinyal internet secara keseluruhan. Ia mengaku jika hanya setengah rumahnya saja yang bisa mendapatkan sinyal internet dengan baik.
Maka dari itu, ia menyarankan untuk mengecek hal ini dengan menanyakan langsung kepada developer perumahan.
