Renovasi wajib rumah
Tips & Trik

Mengapa Harus Melakukan Renovasi Wajib? Ini Penjelasannya

Menjadi tempat beristirahat dan berteduh dari sinar matahari serta hujan, rumah harus dibuat senyaman mungkin.

Namun, tak hanya nyaman, rumah harus diperhatikan dari segala aspeknya salah satunya menjaga kualitas hunian dengan cara merenovasi wajib.

Renovasi wajib adalah serangkaian pekerjaan perbaikan rumah yang berskala kecil hingga menengah. Hal ini dilakukan agar kualitas hunian tetap prima dan nyaman untuk ditinggali.

Lalu, mengapa renovasi wajib harus dilakukan dan apakah hal ini perlu dilakukan secara berkala?

Co-founder dan CEO Gravel, Georgi Ferdwindra Putra, menjelaskan dalam keterangan tertulisnya jika setiap komponen dalam bangunan memiliki masa pakainya masing-masing.

Baca juga: Cara Membuat Rumah Lebih Sejuk Saat Musim Panas

“Untuk itu, rumah perlu peremajaan dan penggantian komponen supaya kondisinya tetap prima. Tindakan ini dapat dikategorikan sebagai renovasi skala kecil, karena biasanya waktu pengerjaannya singkat, dan sebaiknya rutin minimal satu tahun sekali. Ini bisa mencegah dari bermacam-macam kerusakan hunian,” ujarnya.

Lalu masalah-masalah seperti apa yang sering kali terjadi dan memerlukan renovasi yang dianggap wajib? Berikut ulasannya dari Gravel.

Merenovasi Saat Masa Pakai Habis

Pentingnya renovasi wajib rumah
Ilustrasi: Pentingnya renovasi wajib rumah

Renovasi wajib dilakukan saat suatu elemen bangunan di dalam rumah telah mencapai masa pakai yang habis. Misalnya, kusen pintu dan jendela bermaterial kayu.

Kusen kayu cenderung mudah rusak dan keropos sehingga saat sudah mencapai masa pakainya harus diganti dengan yang baru.

Masalah serupa juga dapat terjadi pada komponen bangunan lain, seperti lantai yang mengangkat, cat tembok yang mulai mengelupas, dan juga masalah retak rambut pada dinding. Hal-hal ini sulit dihindari karena disebabkan oleh masa pakai yang habis. 

Akibat Kelalaian Penghuni

Melakukan renovasi rumah wajib
Melakukan renovasi rumah wajib/ Foto: Pexels; Rene Asmussen

Kedua, renovasi kecil akibat kelalaian penghuni. Sebagai contoh, lantai retak atau pecah karena tertimpa benda keras.

Ini bisa sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan cedera jika terinjak. Contoh lainnya, stop kontak yang sudah longgar hingga terlepas dari tembok juga masalah yang berpotensi konsleting listrik.

Baca Juga: Dukung Penanggulangan Sampah Elektronik, ACE Adakan Program Bisa Baik

Tak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan kecelakaan serius dan harus segera diganti oleh ahli yang profesional. 

Semua hal tersebut harus diperhatikan direnovasi secara rutin, sebab jika dibiarkan akan mengganggu dan berbahaya. Namun, sebelum melakukan renovasi harus diperhatikan dalam penggunaan tukangnya.

Co Founder dan CPO Gravel, Fredy Yanto menjelaskan jika Gravel menawarkan beberapa pilihan jasa tukang bangunan. Untuk proyek pembangunan atau renovasi rumah berskala besar, Gravel menawarkan Gravel Construction yang menyediakan 16 jenis keahlian tukang bangunan.

Atau Gravel Borongan yang layanannya lebih menyeluruh, dari awal sampai eksekusi selesai. Di Gravel Borongan, akan ditemukan dengan partner Gravel dari kalangan arsitek, desainer interior sampai kontraktor.

Baca artikel menarik lainnya di http://homeloving.id

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *