Pengelolaan sampah kini menjadi masalah yang dihadapi semua orang, pasalnya pada kuartal II 2026, sebanyak 72,56 persen sampah masih dikelola dengan sistem open dumping.
Sementara hanya 7,59 persen yang berhasil diolah. Oleh karena itu, Pemerintah mulai mengambil langkah untuk mengubah kondisi ini, yakni dengan mengurangi open dumping dan meningkatkan jumlah sampah yang diolah.
Baca Juga: Kelola Sampah dari Rumah, Mahasiswa UMB Ajak Warga Terapkan Biopori
Untuk itu, perubahan ini juga harus dilakukan oleh seluruh warga untuk mulai pilah dan kelola sampah sejak dari rumah.
Pengelolaan Sampah dari Rumah

Sejalan dengan hal itu, banyak pihak sudah memberikan solusi untuk mengelola sampah rumah tangga dari rumah.
Mulai dari menghadirkan store yang dapat menerima sisa minyak jelantah, menawarkan produk composter, hingga menyediakan layanan antar jemput untuk sampah daur ulang seperti plastik dan kardus. Berikut beberapa solusi dalam pengolahan sampah dari rumah.
1. UCollect Box
Sisaan minyak jelantah tidak boleh dibuang sembarangan, karena bisa menyebabkan kerusakaan lingkungan atau bahkan saluran pipa yang tersumbat.
Untuk membuangnya, kalian bisa menggunakan aplikasi Ucollect dan mencari UCollect Box yang paling dekat dengan lokasi rumah.
Baca Juga: Dukung Penanggulangan Sampah Elektronik, ACE Adakan Program Bisa Baik
Caranya mudah, minyak jelantah yang dikumpulkan dapat disetorkan di UCollect Box terdekat dan ditukarkan dengan uang per liternya.
UCollect Box kini sudah tersedia di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Tangerang, Bojonegoro, Bali, dan Sidoarjo.
2. Mesin Composter
Satu hal yang membuat pengolahaan sampah rumah tangga lebih rumit adalah sisa makanan rumah tangga. Pengolahan sampah ini sebenarnya bisa ditanggulangi dengan membuat lubang biopori.
Akan tetapi, jika tidak ada lahan yang cukup di area rumah, bisa menggunakan mesin composter seperti Compost it Terra Plus ukuran 4,5 liter.
Baca Juga: IKEA Indonesia Perluas Partisipasi Masyarakat dalam Pengolaan Sampah & Penguatan Usaha Lokal
Dengan mesin ini, sampah organik seperti sisa sayuran dan buah bisa langsung diolah menjadi pre kompos. Caranya masukkan sampah sisa makanan ke mesin, kemudian sampah akan dikeringkan dengan proses pemanasan di mesin.
Lalu dicacah dan dikeringkan dengan proses sekitar 7,5 jam. Sampah tersebut akhirnya menjadi pre kompos yang bisa diolah kembali menjadi kompos.
3. Setor Sampah Anorganik
Sampah seperti bekas skincare dan botol plastik bisa disetorkan di beberapa titik waste station di Jakarta dan kota-kota lain seperti Surabaya
Salah satunya di drop station di Blok M, tepatnya di bawah stasiun MRT Blok M BCA. Di sini kalian bisa menyetorkan sampah bekas skincare dan ditukarkan voucher belanja atau saldo e-wallet dalam bentuk point.
Baca Juga: Mau Buang Sofa Bekas? Pemprov DKI Jakarta, Adakan Penjemputan Bulky Waste Gratis
salah satunya di Blok M, tepat di bawah stasiun MRT Blok M BCA. Untuk menyetorkannya, pertama download aplikasi rekosistem kemudian isi data diri dan pilih drop point yang terdekat.
Kemudian sampah akan ditimbang oleh petugas. Menariknya, di sini tidak ada minimal berat hanya harus dikemas dan dalam keadaan kering.
