Menjadi negara yang memiliki kekayaan budaya serta warisan arsitektur yang menarik, membuat Saudi mempunyai daya tariknya sendiri.
Mulai dari rumah-rumah batu dengan ukiran kayu di wilayah Aseer hingga arsitektur khas Najdi di Diriyah, Saudi menampilkan desain bangunan yang diadaptasi dari iklim, geografi dan kearifan lokal.
Baca Juga: Tiga Arsitek Indonesia Tampilkan Karya di Pameran Roca, Barcelona
Baik bangunan bersejarah maupun modern di Saudi adalah perpaduan antara keagungan masa lalu dan
visi masa depan.
Bangunan Ikonik di Arab Saudi
Dari teknik dan kerajinan tradisional hingga Gedung pencakar langit yang modern serta mega proyek yang inovatif.
Misalnya, Kingdom Centre Tower di Riyadh sebagai simbol modernitas yang berdampingan dengan At-Turaif di Diriyah yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO yang berusia 300 tahun. Berikut sembilan bangunan ikonik di arab saudi.
1. Bangunan Ikonik di Arab Saudi, Menara Pusat, Riyadh

Menjadi rumah bagi delapan juta orang, Ibu kota Saudi merupakan kota yang luas dan padat. Salah satu ikon kota ini adalah Menara Pusat Kerajaan atau Kingdom Centre Tower, menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia.
Dengan desain yang ramping dan megah, menara ini menjulang setinggi 300 meter dengan dinding kaca khusus untuk menahan panas.
‘Lubang’ unik di menara ini memiliki Jembatan Langit kaca yang menawarkan pemandangan kota Riyadh yang tak tertandingi dari lantai 99.
Baca Juga: Relaksasi dan Bertualang di Alila Villas Uluwatu, Bali
Di sayap timur menara, terdapat pusat perbelanjaan Al- Mamlaka yang telah meraih berbagai penghargaan.
Menyediakan lebih dari 150 toko di tiga lantai, menampilkan merek-merek mewah seperti Louis Vuitton dan Gucci, serta department store internasional. Dilantai ketiga, Al-Mamlaka Social Dining menawarkan konsep makan bersama yang inovatif.
Sementara itu, Four Seasons Hotel Riyadh yang berada di menara ini menawarkan pengalaman makan malam romantis dengan pemandangan kota yang menakjubkan. Di lantai 77, terdapat Masjid King Abdullah, masjid tertinggi di Saudi.
2. Ithra (Pusat Kebudayaan Dunia King Abdulaziz), Dhahran

Dinobatkan oleh majalah TIME pada tahun 2018 sebagai salah satu dari “100 Tempat Terbaik di Dunia untuk dikunjungi,” Ithra yang terletak di Provisi Timur Saudi adalah sebuah bangunan memukau yang harus dikunjungi.
Didesain oleh firma arsitektur terkenal Snohetta dari Norwegia, Ithra berdiri sebagai simbol inovasi dengan lebih dari 350 kilometer tabung baja tahan karat yang menghiasi eksteriornya.
Di Dhahran, Ithra tampil mencolok dengan lebih dari 350 kilometer tabung baja tahan karat. Desainnya yang inovatif, menyerupai ‘kerikil’ besar, menyatukan elemen futuristik dengan teknik tradisional, menggambarkan komitmen Saudi terhadap inovasi dan pelestarian budaya.
Dalam area seluas 80.000 meter persegi, Ithra menawarkan museum dengan lima galeri, teater,
perpustakaan, bioskop, aula besar, dan Menara Ithra—semuanya terhubung melalui plaza yang luas.
Baca Juga: Mengenal Green School Bali, Sekolah Hijau yang Menerapkan Arsitektur Bioklimatik
Dengan instalasi seni dan arsitektur uniknya, pengunjung dapat menghabiskan waktu seharian penuh
untuk menjelajahi segala yang ditawarkan Ithra.
Terdapat juga ‘Paradise of Readers,’ perpustakaan megah dengan koleksi lebih dari 300.000 buku dalam bahasa Inggris dan Arab, dilantai empat terdapat beberapa ruangan untuk membaca atau bekerja, serta kafe yang nyaman.
Selain itu, ada galeri seni dan ‘Ideas Lab’ yang interaktif dan impresif, dimana pengunjung bisa mengikuti workshop, menjelajahi perpustakaan, bahan menggunakan printer 3D, dan ada ruang untuk diskusi dan berkolaborasi.
3. Rumah Nassif, Jeddah
Terletak di kota pesisir kosmopolitan Saudi, Rumah Nassif di Al-Balad, Jeddah adalah kediaman bersejarah yang terdaftar sebagai situs warisan dunia UNESCO.
Memiliki desain unik yang menghadap ke sebuah alun-alun dengan pohon neem langka, rumah ini dibangun tahun 1872 dan 1881 untuk gubernur Jeddah saat itu, Sheikh Umar Effendi al-Nassif.
Dijuluki rumah pohon, bangunan ini dirancang oleh arsitek Turki. Pada lantai dasarnya ditinggikan dengan tempat penampungan air hujan, lukisan dinding, ukiran kayu, dan bay window dari kayu jati Jawa.
4. At-Turaif, Diriyah

Bangunan yang didirikan pada abad ke-15 ini merupakan karya dari arsitektur Najdi tradisional yang
terbuat dari batu bata tanah liat, dikenal dengan motif geometris dan penggunaan ruang halaman.
Sebagai situs Warisan Dunia UNESCO yang berusia 300 tahun, At-Turaif telah berkembang menjadi
simbol kekayaan budaya dan sejarah Saudi.
Sepanjang abad ke-18 dan awal abad ke-19, At-Turaif menjadi pusat kegiatan politik dan keagamaan yang sangat penting. Sebagai benteng dari Keluarga Saud, tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai markas pertahanan, tetapi juga memainkan peran krusial dalam membentuk masa depan wilayah tersebut.
Saat ini, Diriyah telah berkembang menjadi pusat pariwisata yang ramai dikunjungi, dengan acara tahunan ‘Musim Diriyah’ yang meriah.
5. Pusat Studi dan Riset Minyak dan Energi Raja Abdullah (KAPSARC), Riyadh
Berdiri tinggi dan megah dengan lanskap gurun, KAPSARC adalah contoh menakjubkan dari kreativitas arsitektur dan desain berkelanjutan.
Dirancang oleh arsitek ternama Zaha Hadid, bangunan ini menampilkan struktur bangunan yang berbentuk sarang lebah. Desain ini tak menawarkan daya tarik visual yang menawan tetapi juga berfungsi untuk mengurangi penyerapan panas matahari dan memanfaatkan angin gurun untuk menurunkan suhu ruangan.
6. The Ritz-Carlton, Riyadh
Awalnya dirancang sebagai istana kerajaan, Hotel Ritz-Carlton, Riyadh, terletak di jantung ibu kota Saudi dan menjadi simbol kemewahan dan keagungan.
Dikelilingi oleh taman-taman, pohon zaitun berusia berabad-abad, dan barisan palem yang menenangkan, hotel mewah ini mencerminkan kemegahan dan kenyamanan yang luar biasa.
Desain interior kamar tamunya menampilkan warna dan tekstur yang terinspirasi dari keindahan daerah tersebut.
7. Kota Kuno Nabatea Hegra, AlUla
Di Provinsi Medina, kalian bisa mengunjungi Hegra, sebuah makam kuno Masyarakat Nabatea yang juga merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Saudi.
Di tempat ini pengunjung bisa menyaksikan keajaiban arsitektur yang telah bertahan selama ribuan tahun dengan lebih dari 110 makam yang terawat dengan baik yang dipahat dari batu gurun.
Setiap makam memiliki ukiran unik, bahkan memiliki memiliki struktur penyangga dengan ukiran di atas pintu masuknya yang sangat mirip dengan makam-makam yang di Petra.
Di bagian paling atas makam tersebut, terdapat “mahkota” Nabatea yang terdiri dari dua set tangga, yang bertujuan untuk mengantar jiwa ke surga. Kalian juga bisa melihat patung makhluk mitos seperti sphinx, elang, dan griffin, yang menjaga pintu masuk makam dari gangguan dan penyusup.
8. Gedung Konser Maraya

Maraya, yang berarti ‘cermin’ dalam bahasa Arab, adalah bangunan bercermin terbesar di dunia. Ikon arsitektur ini merupakan sebuah gedung pertunjukan yang terletak di Lembah Ashar, AlUla, Madinah
Bangunan futuristik ini menciptakan ilusi seolah-olah menghilang di dalam lanskap gurun dengan design ribuan panel kaca reflektif.
Baca Juga: 5 Hotel di Bandung yang Estetik, Mulai Dari Rp400 Ribu Per Malam!
Dengan design futuristik yang terdiri dari ribuan panel kaca reflektif. Dengan tinggi 26 meter, Maraya menjadi salah satu tempat berfoto paling populer di Saudi.
Maraya Concert Hall telah menjadi tuan rumah berbagai acara kelas dunia, termasuk penampilan dari artis pemenang Grammy, Lauryn Hill, serta penyanyi Inggris James Blunt yang terkenal dengan lagu “You’re Beautiful.”
Gedung ini juga sering menjadi tempat pameran seni, dan digunakan oleh merek-merek mewah seperti Rolls-Royce dan Cartier sebagai latar belakang iklan mereka. Maraya Concert Hall tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga merupakan pusat budaya yang hidup dan dinamis.
9. Museum Rumah Matbouli, Jeddah
Bangunan ikonik ini terletak di distrik bersejarah Al-Balad di Jeddah. Museum ini awalnya adalah kediaman pedagang Hijazi tradisional dan telah berdiri selama hampir 400 tahun.
Museum yang memiliki empat lantai dengan dua pintu masuk dan balkon berkerangka kayu ini, tetap mempertahankan gaya arsitektur aslinya.
Di dalamnya, pengunjung dapat menjelajahi tangga klasik, perabotan antik, dan artifak lokal, termasuk gramofon tua.
