Memiliki tingkah laku yang lucu, membuat kucing menjadi hewan peliharaan favorit banyak orang.
Saat memelihara kucing memerhatikan perilaku kucing harus dilakukan. Sebab, setiap perilaku kucing memiliki banyak arti.
Misalnya ketika mereka mengeong, mengartikan banyak hal mulai dari lapar, takut, hingga senang. Selain itu, perilaku kucing yang sering kali terlihat adalah kebiasaan saat mereka minum.
Kucing adalah hewan yang pemilih, termasuk dalam memilih makanan serta minuman.
Biasanya kucing tidak ingin minum air yang sudah lama di dalam tempat airnya dan lebih memilih minum di kumbangan kloset. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.
Mengapa Kucing Suka Minum Air Kloset?

Kucing memiliki kebiasaan minum dari kloset karena menurut mereka hal itu menyenangkan.
Mangkuk porselen kloset akan menjaga air tetap dingin dan hal tersebut yang membuat kucing suka.
Selain itu, air di kloset akan mengalami pembilasan dan ketika hal itu terjadi akan menciptakan oksigenasi yang menyegarkan.
Air yang disediakan di dalam mangkuk kloset akan terasa basi bagi kucing, terlebih ketika tidak diganti dengan rutin.
Sedangkan, air di dalam kloset mengandung lebih banyak oksigen saat di-flush sehingga terasa lebih segar.
Lebih lanjut, dilansir dari PetMD, air di kloset yang mengalir mungkin membuat hewan peliharaan lebih tertarik.
Menurut Dr. Coates, air mengalir cenderung menjadi pilihan yang sehat daripada air yang tergendang di alam.
“Mungkin beberapa hewan peliharaan kita mempunyai naluri untuk tertarik pada air yang mengalir dan itulah sebabnya mereka tertarik pada air yang ‘bergerak’ di rumah kita,” katanya.
Coates mempunyai hipotesis lain. “Bisa jadi beberapa hewan peliharaan lebih menyukai kamar mandi yang relatif terpencil. Jika tempat air mereka berada di tengah-tengah rumah yang semrawut, mereka mungkin merasa tidak nyaman untuk minum di lokasi tersebut,” katanya.
Apakah Air Kloset Aman Bagi Hewan Peliharaan?

Lantas, apakah air kloset aman bagi hewan peliharaan? Menurut Patrick Mahaney dokter hewan yang berpraktik di Los Angles, California, air kloset akan berbahaya bagi kucing terlebih ketika tidak sering dibersihkan.
“Jika Anda menyeka kloset dengan rutin, akan ada masalah. Namun, jika Anda tidak sering membersihkannya, hewan peliharaan akan berisiko tertular infeksi seperti E.coli karena kotoran kita dapat mengandung bakteri tersebut dan lainnya,” jelasnya.
Menurut Dr. Mahaney, manusia dapat menularkan penyakit seperti giardia (infeksi saluran pencernaan) ke hewannya, dan konsumsi air kloset dapat membuat hewan peliharaan terkena penyakit.
Bakteri usus serta parasit bukanlah satu-satunya risiko. Manusia yang sedang menjalani perawatan medis seperti kemoterapi juga dapat mengeluarkan zat kimia beracun melalui urin dan fesesnya.
Meskipun kemungkinan paparan tersebut rendah pada hewan peliharaan, namun tetap ada potensi terjadinya hal tersebut.
Bahaya lain yang terkait dengan mengonsumsi air toilet berasal dari bahan kimia yangt digunakan untuk membersihkan toilet—produk pemutih klorin adalah salah satu penyebab utamanya.
Pembersih toilet dapat mengandung natrium hipoklorit, garam hipoklorit, natrium peroksida, natrium perborat, dan bahan kimia lainnya yang dapat mematikan jika dikonsumsi langsung.
Membatasi akses hewan peliharaan ke kamar mandi selama beberapa jam (dan beberapa kali mandi) setelah dibersihkan adalah aturan praktis yang baik.
Dan jangan pernah menggunakan jenis pembersih yang ditambahkan ke reservoir toilet. Mereka terus-menerus melepaskan bahan kimia ke dalam air setiap kali mangkuk diisi. Tentu saja, ada baiknya juga untuk mewaspadai gejala keracunan apa pun.
