Bantal yang nyaman merupakan kunci untuk bangun dengan perasaan segar tanpa rasa nyeri. Namun, terkadang sulit untuk mengetahui jenis bantal mana yang terbaik.
Sebab, saat berbelanja, banyak pilihan bantal yang ditawarkan mulai dari bahan materialnya, ukuran, dan bahkan teknologi terbaru.
Baca Juga: Rekomendasi Bantal Tidur Untuk Kurangi Dengkuran, Mau Coba?
Good Housekeeping menguji lebih dari 175 bantal dan menemukan jika penting untuk mempertimbangkan posisi tidur dan preferensi isi sebelum membeli bantal.
George Cyril, MD, FAAPMR , dokter spesialis penyakit dalam di Hospital for Special Surgery di New York City, mengatakan, “Topik terhangat yang ingin dibicarakan sebagian besar pasien saya adalah jenis bantal dan isi yang paling baik untuk kenyamanan tidur.”
Jenis Isian Bantal

Lebih lanjut, untuk menghindari nyeri leher, George menekankan untuk memilih bantal dengan jenis material isian yang cocok untuk posisi tidur masing-masing.
1. Bantal Bulu Angsa
Bantal bulu angsa dikenal karena kelembutannya. Dalam studi yang dilakukan oleh Good Housekeeping, bantal bulu angsa memiliki kelembutan yang tidak diragukan lagi. Oleh sebab itu, jenis bantal ini cenderung mahal daripada lainnya.
2. Bulu Halus
Meskipun bulu angsa dan bulu halus sama-sama berasal dari angsa atau bebek, keduanya bukanlah hal yang sama.
Bulu angsa adalah lapisan bawah yang halus, sedangkan bulu halus lebih pipih dengan duri dan berasal dari lapisan luar burung.
Baca Juga: Simak! Ini Cara Mencuci Bantal Agar Lebih Nyaman
Bantal yang diisi dengan campuran bulu angsa dan bulu halus lebih terjangkau dan lebih kuat, tetapi tidak sehalus bantal yang dibuat dengan 100 persen bulu angsa.
3. Serat Sintetis
Jenis bantal ini sangat cocok untuk penderita alergi dan lebih murah daripada bantal isian bulu angsa. Selain itu, dalam pengujian di laboratorium, kami terkesan dengan seberapa baik bantal jenis ini dapat menahan tekanan dan mempertahankan bentuknya.
4. Busa Memori
Bantal busa memori adalah bantal yang dibuat dengan busa padat sehingga menawarkan dukungan dengan tingkat kekencangan yang bervariasi.
Sementara itu, bantal busa memori yang diparut memiliki potongan-potongan busa memori di dalamnya, sehingga kalian dapat memindahkan isinya untuk menyesuaikan ketinggian pada posisi tidur yang berbeda.
Jenis bantal ini cenderung memerangkap panas, jadi orang yang tidur kepanasan harus mencari model dengan busa berlubang atau teknologi pendinginan tambahan.
5. Bantal Lateks
Lateks alami berasal dari pohon karet sehingga memiliki daya pantul yang lebih besar daripada busa memori. Saat digunakan, bantal jenis ini langsung terasa lebih lembut. Namun, hindari jenis bantal ini jika kalian memiliki alergi lateks.
6. Bantal Kapuk
Halus seperti sutra dengan kelembutan kapas, kapuk adalah serat alami yang berasal dari pohon. Namun, kekurangannya adalah kapuk dapat memberikan reaksi alergi terhadap beberapa orang dan bantal ini dapat mengempis seiring waktu.
7. Wol
Bantal ini menawarkan sirkulasi udara yang baik, pengaturan suhu, dan kelembutan, tetapi tidak memberikan banyak dukungan. Seiring berjalannya waktu, bantal yang diisi wol dapat menjadi kempis atau menggumpal.
Jenis Bantal dengan Isian Kapuk Menjadi Favorit Banyak Orang
Lebih lanjut, sebuah studi yang dilakukan oleh platform Populix mengungkapkan jika banyak orang yang masih menyukai menggunakan bantal kapuk.
Dari 3.985 responden, sebanyak 1.932 orang mengatakan jika mereka lebih suka menggunakan bantal kapuk. Kemudian sebanyak 744 orang lebih menyukai tidur menggunakan bantal microfiber, kemudian sebanyak 549 orang suka menggunakan bantal isian bulu angsa.
Baca Juga: Bantal Dapat Menyebabkan Sakit Kepala, Mitos atau Fakta?
Bantal memory foam disukai sebanyak 457 orang dan sebanyak 273 orang menyukai menggunakan bantal lateks alami.
