Handover alat-alat Bosch Power Tools kepada PNJ
News

Bosch Perkenalkan Alat Ukur Kelistrikan Terbaru di Politeknik Negeri Jakarta

Perkembangan teknologi ikut mengubah perangkat dan cara kerja di industri. Bagi mahasiswa vokasi, penguasaan teori saja tidak cukup.

Sebab, mereka juga perlu mengenal alat yang digunakan di dunia kerja, agar mampu menerapkan keterampilan teknis secara tepat di lapangan.

Baca Juga: Bosch Luncurkan Kampanye Beres Bosch Lewat Booth Experience di Mall Sarinah, Jakarta

Melihat hal tersebut, Bosch Power Tools memperkenalkan tiga alat ukur kelistrikan terbaru di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Ketiga diantaranya adalah GDM 600-15 Professional Digital Multimeter, GMC 600-15 Professional Clamp Meter, dan GFM 1000-15 Professional Fork Meter.

Memperkenalkan dan Mempraktikan

Mahasiswa Mencoba Langsung Produk Bosch, Foto: Dok. Bosch Indonesia

Tak hanya diperkenalkan dengan ketiga alat ukur tersebut saja, namun alat tersebut juga digunakan dalam kegiatan praktik mahasiswa PNJ.

Mahasiswa tidak hanya belajar membaca hasil pengukuran, tetapi juga memahami cara memilih alat, mengikuti prosedur, mengenali risiko, dan bekerja dengan aman.

Baca Juga: Yuk, ke Bosch Home Experience Center Surabaya! Banyak Produk Ramah Lingkungan?

Christoph Schmidt, Vice President Sales Bosch Power Tools ASEAN, mengatakan bahwa perkembangan teknologi perlu diikuti oleh kesiapan tenaga kerja.

“Industri 4.0 mengubah cara perusahaan berproduksi, bekerja, dan menyelesaikan persoalan. Namun, teknologi saja tidak cukup.
Dibutuhkan tenaga kerja dengan fondasi teknis yang kuat, mampu memahami teknologi, memecahkan masalah, serta terus belajar dan beradaptasi dengan kebutuhan industri,” ujar Christoph.

Baca Juga: Yuk, ke Bosch Home Experience Center Surabaya! Banyak Produk Ramah Lingkungan?

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Dr. Syamsurizal, mengatakan kesiapan itu tak hanya bertumpu pada kemampuan teknis. Keterampilan nonteknis juga menentukan bagaimana lulusan beradaptasi ketika memasuki lingkungan profesional.

Di Jurusan Teknik Elektro, tingkat serapan lulusan pada 2026 tercatat sekitar 70 persen. Secara keseluruhan, 41 persen lulusan PNJ pada wisuda September 2026 telah bekerja atau berwirausaha sebelum menerima ijazah.

Baca Juga: Lelang 10 Kulkas Artistik, Bosch Home Appliances Beri Dukungan Pada Anak Pejuang Kanker

Permintaan tenaga kerja di sektor industri juga masih besar. Kementerian Ketenagakerjaan memperkirakan 17 sektor industri membutuhkan tambahan rata-rata sekitar 750 ribu pekerja per tahun hingga 2029, mulai dari tenaga profesional dan manajer hingga teknisi dan operator 2.

Besarnya permintaan tersebut membuat kesiapan lulusan menjadi semakin penting. Kolaborasi Bosch Indonesia dan PNJ diarahkan untuk mempertemukan pembelajaran di kampus dengan praktik di industri.

Mahasiswa mendapat akses terhadap teknologi yang digunakan di lapangan sekaligus kesempatan mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan adaptasi.

3 Alat Ukur untuk Tantangan Kerja yang Berbeda

Hands On produk GDM 600-15 dan GFM 1000-15, Foto: Dok. Bosch Indonesia
Hands On produk GDM 600-15 dan GFM 1000-15, Foto: Dok. Bosch Indonesia

Dalam pekerjaan kelistrikan, teknisi kerap berhadapan dengan ruang kerja terbatas, pencahayaan yang berubah, hingga instalasi yang rumit. Dalam kondisi seperti itu, alat ukur harus mampu memberikan hasil secara cepat dan akurat.

GMC 600-15 Professional Clamp Meter digunakan untuk pengukuran arus, sementara GFM 1000-15 Professional Fork Meter memiliki desain garpu terbuka yang membantu pengukuran pada panel dengan susunan kabel padat tanpa perlu memutus sirkuit.

Baca Juga: 7 Trik Membuat Desain Rumah Minimalis Modern

Sementara itu, GDM 600-15 Professional Digital Multimeter digunakan untuk kebutuhan pengujian yang lebih beragam. Perangkat ini dilengkapi perlindungan IP65 dan telah melewati uji jatuh dari ketinggian dua meter.

Ketiga perangkat dilengkapi layar untuk membantu pembacaan hasil pengukuran dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Baca Juga: Samsung Luncurkan 3 Perangkat Rumah Tangga Pintar, Ini Harganya!

Pakar K3 bidang listrik sekaligus dosen kelistrikan Politeknik Negeri Jakarta, A. Damar Aji, mengatakan kompetensi tenaga kelistrikan mencakup keterampilan, sikap kerja, dan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam situasi yang berbeda.

“Dari sisi pengguna, alat yang aman juga harus tangguh dan nyaman digunakan. Ketahanan terhadap debu, air, dan benturan serta desain yang ergonomis membantu mengurangi risiko kerja tanpa mengorbankan kualitas dan produktivitas,” kata Damar.

Baca Juga: Bangun, Perbaiki, atau Renovasi Rumah? Ini Penjelasannya

Hal itu menjadi semakin penting ketika teknisi harus bekerja pada sistem bertegangan atau instalasi yang tidak dapat dimatikan. Dalam kondisi seperti itu, Damar menambahkan bahwa ketepatan pengukuran harus berjalan bersama prosedur K3 dan penggunaan alat yang sesuai.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *