Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, bahwa enam wilayah DKI Jakarta memiliki suhu udara hingga mencapai 34 derajat Celcius.
Data BMKG tercatat, wilayah Jakarta Selatan diprakirakan mengalami suhu tertinggi, yakni 26-34 derajat Celcius, sementara itu di Jakarta Barat dan Timur memiliki suhu 26-33 derajat Celcius.
Baca Juga: Jangan Salah, Ini Mode AC Untuk Musim Panas!
Sementara itu, suhu yang terus meningkat, membuat ketidaknyamanan di dalam rumah. Terlebih ketika beraktivitas di dalamnya.
Tips Menjaga Rumah Agar Sejuk di Cuaca Panas

Untuk mengatasi suhu panas, banyak orang yang menggunakan AC di dalam rumah. Namun, tidak jarang penggunaan AC sepanjang hari membuat tagihan listrik melonjak.
Mulai dari memaksimalkan ventilasi silang hingga memilih material yang menyerap lebih sedikit panas, dilansir dari laman House & Garden, ada cara yang dapat membantu mendinginkan rumah tanpa AC dan tetap terasa segar sepanjang musim panas.
1. Memilih Jenis Kain yang Tepat
Tidak disangka, furnitur memainkan peran yang besar dalam mengatur suhu dalam ruangan. Bahan seperti katun, linen, dan serat alami lainnya memungkikan udara bersirkulasi, dibandingkan dengan bahan sintetis yang cenderung memerangkap panas.
Mengganti gorden poliester yang tebal , karpet serat buatan yang padat, dan pelapis sintetis dengan tekstil berbahan dasar tumbuhan yang dapat bernapas dapat membuat perbedaan yang nyata.
Baca Juga: Warna Cat Luar Rumah Gelap, Ini Kelebihan dan Kekurangannya!
Bahan alami menyerap dan menahan lebih sedikit panas radiasi, membantu ruangan terasa lebih segar, lebih ringan, dan tidak pengap sepanjang bulan-bulan musim panas.
Beberapa lapis tirai katun ringan seringkali lebih efektif dalam menjaga ruangan tetap sejuk daripada tirai penutup cahaya atau gorden tebal.
Baca Juga:
Tirai tersebut menyaring sinar matahari, dan dengan demikian panas, sambil tetap memungkinkan udara bersirkulasi dengan bebas.
2. Menjaga Sirkulasi Udara
Sistem tradisional seperti menara angin yang ditemukan di daerah gurun dirancang tidak hanya untuk menarik udara yang lebih dingin.
Tetapi juga untuk mengeluarkan udara panas, menciptakan perbedaan tekanan yang mendorong aliran udara segar yang stabil. Prinsip yang sama dapat ditiru dengan kipas angin biasa.
Baca Juga: 5 Warna Cat Ruang Tamu yang Sejuk
Untuk itu, letakkan kipas angin sekitar satu meter di depan jendela yang terkena sinar matahari menghadap ke luar. Hal ini untuk membantu mendorong udara hangat keluar.
Posisikan kipas angin kedua di dekat jendela yang teduh, miring ke arah ruangan, untuk menarik udara yang lebih dingin masuk. Bersama-sama, keduanya menciptakan pertukaran udara terus-menerus daripada hanya mengedarkan kembali udara hangat.
Baca Juga: Berapa Suhu AC Ideal Untuk Menghemat Listrik?
Cara ini paling efektif di pagi hari atau larut malam, ketika udara di luar benar-benar lebih dingin, dan dapat membuat ruangan terasa jauh lebih segar.
3. Buka Jendela Saat Udara Mulai Sejuk
Setelah matahari terbenam, buka jendela dan pintu internal untuk memungkinkan udara hangat keluar dan udara yang lebih dingin bersirkulasi di dalam rumah.
Metode ini sangat efektif di tempat-tempat di mana terdapat perbedaan yang mencolok antara suhu siang dan malam, tetapi juga dapat membantu mencegah penumpukan panas di dalam ruangan di iklim yang lebih lembap.
Baca Juga: 6 Hal Penyebab Kamar Tidur Terasa Panas
Tutup jendela, tirai, dan gorden sebelum matahari siang mulai menghangatkan rumah agar udara panas tidak masuk dan terperangkap di dalam rumah.
4. Manfaatkan Balkon
Balkon bisa menjadi salah satu ruang yang paling banyak digunakan di apartemen perkotaan. Selain berfungsi sebagai ruang luar di musim panas, balkon juga berperan penting dalam menjaga interior tetap sejuk.
Letakkan beberapa tanaman di balkon atau teras rumah, agar membuat lebih sejuk. Pot tanaman yang rimbun, tanaman merambat, dan tirai luar membantu menciptakan area teduh, mencegah sinar matahari langsung mengenai dinding dan kaca.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Nyamuk di Kamar dengan Mudah
Ini sangat berfungsi untuk ruangan yang menghadap selatan dan barat, di mana sinar matahari dapat dengan cepat memanaskan permukaan beton, bata, dan kaca yang kemudian memancarkan kembali panas ke dalam rumah.
5. Gunakan Air Sebagai Pendingin
Air telah lama digunakan sebagai cara alami untuk mendinginkan ruangan di iklim yang lebih panas. Saat menguap, air menyerap panas dari udara sekitarnya, menciptakan efek pendinginan yang halus.
Di apartemen perkotaan, prinsip ini mudah diterapkan. Letakkan wadah terakota atau mangkuk keramik dangkal di dekat jendela yang terbuka, di bawah kipas angin, atau di lorong yang berangin , di mana aliran udara akan mendorong penguapan.
Baca Juga: Indonesia Dilanda Cuaca Panas, Ini Suhu AC yang Ideal!
Jika dikelompokkan bersama, wadah-wadah tersebut juga memberikan nuansa Mediterania yang santai pada ruangan.
Pilih wadah yang lebar dan dangkal daripada pot yang dalam, karena luas permukaan yang lebih besar memungkinkan air menguap lebih cepat.
