Di tengah naiknya isu pemanasan global dan perubahan iklim di dunia, adanya perubahan pandangan terhadap desain hunian di masa mendatang.
Menurut data dari IQAIR, Jakarta menjadi kota dengan polusi udara tertinggi di dunia pada bulan Agustus lalu, yakni menyentuh hingga 177 poin yang mengartikan kategori tidak sehat.
Baca Juga: Desain Rumah Bioklimatik Lebih Hemat Energi? Ini Cara Penerapannya!
Melihat data tersebut, adanya perubahan dalam desain hunian di tahun-tahun mendatang. Viviane Faye, desainer Indonesia yang tergabung dalam ID12, menyampaikan dalam acara The Colours of Indonesia yang diadakan beberapa waktu lalu, jika tahun-tahun mendatang, sustainable harus diperhatikan dalam mendesain sebuah hunian.
“Pemakaian bahan interior yang tidak menggunakan bahan yang membuat bumi semakin keropos. Misalnya penggunaan clay atau tanah lempung yang mudah dibentuk dan natural fiber,” jelasnya.
Konsep Desain Rumah 2050 Mendatang

Lebih lanjut, konsep desain rumah 2050 mendatang, harus lebih sustainable dan hemat energi mengingat keadaan bumi yang semakin terbatas sumber daya alamnya.
Desainer interior Yunie Jie, berpendapat jika menggunakan pelapis bahan jendela hemat energi bisa menjadi pilihan desain hunian di masa mendatang.
Baca Juga: 5 Tips Desain Rumah Modern Tropis, Salah Satunya Pakai Lampu!
“Dengan pelapis jendela seperti double roller, bisa menghemat energi dan membayar listrik lebih sedikit tanpa menghilangkan privasi,” tambahnya.
Sementara itu, ada pun perubahan desain yang sudah mulai terlihat. Dalam beberapa tahun ini, kita mengenal istilah biophilic design dalam interior maupun arsitektur.
Ini merupakan sebuah konsep yang menciptakan hubungan lebih intim dan selaras antara alam, manusia, dan bangunan, termasuk lansekap.
Baca Juga: 5 Tips Menjaga Rumah Tetap Sejuk di Musim Panas
Desain ini dianggap bisa terus bergulir, seiring dengan banyaknya dijumpai tanaman-tanaman yang bermanfaat untuk membersihkan udara, meningkatkan kelembapan, hingga menghasilkan oksigen yang lebih banyak.
Arsitektur Bioklimatik, Termasuk Desain Hunian Mendatang?
Selain itu, kita juga mengenal arsitektur bioklimatik yang merupakan konsep desain ruang yang mengangkat keselarasan antara bentuk ruang dengan iklim lingkungan di sekitarnya.
Arsitektur bioklimatik mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas lingkungan hidup akibat konsumsi energi dan menipisnya sumber daya alam.
Baca Juga: Kolaborasi Coulisse Dalam The Colours of Indonesia, Hadirkan Teknologi Motionblinds
Kriteria desain masa depan akan memerhatikan kebutuhan minimal pada konsumsi energi berorientasi pada fosil (minyak bumi, batu bara, gas alam). Serta lebih mengandalkan pada energi hijau seperti solar panel, energi angin, air, dan lainnya.
Bentuk arsitektur bangunan akan banyak merespon iklim lingkungan sehingga berdampak pada pengurangan konsumsi energi.
