Desain rumah bioklimatik memanfaatkan bukaan besar
News

Diklaim Lebih Hemat 95 Persen, Ini Konsep Rumah Pasif

Cuaca yang panas, membuat banyak pemilik rumah menggunakan pendingin ruangan, seperti AC ataupun kipas angin.

Namun, penggunaan energi ini akan membuat tagihan listrik membengkak. Membahas hal ini, Gravel menjelaskan jika rumah pasif bisa menjadi solusi dalam menekan penggunaan listrik yang meningkat di dalam rumah.

Baca Juga: Rahasia Rumah Tahan Gempa, Ini yang Perlu Diperhatikan!

Namun, apa yang disebut dengan rumah pasif? Dalam siaran pers tertulisnya, Kamis (17/10/24) Gravel menjelaskan rumah pasif adalah jenis bangunan yang dirancang untuk memaksimalkan penggunaan energi alam, seperti angin dan cahaya matahari. Berikut penjelasannya!

Konsep Rumah Pasif yang Mengurangi Energi Konvensional

Bisa Lebih Hemat 95 Persen
Bisa Lebih Hemat 95 Persen dengan Rumah Pasif, Foto: Dok. Gravel

Mungkin, konsep rumah pasif masih asing bagi sebagian orang, karena memang belum banyak diterapkan di berbagai negara termasuk Indonesia.

Padahal ini merupakan inovasi yang sangat relevan di era modern, di mana efisiensi energi dan keberlanjutan menjadi prioritas.

Baca Juga: Signify Luncurkan Philips UltraEfficient LED, Sebagai Solusi Pencahayaan Hemat Energi

Konsep rumah ini pertama kali muncul akhir 1980-an yang bertujuan menciptakan bangunan yang dapat mempertahankan kenyamanan termal sepanjang tahun dengan menggunakan sedikit energi.

Rumah dengan konsep ini menggunakan prinsip dasar seperti isolasi yang sangat baik, desain yang cermat untuk menangkap sinar matahari, dan sistem ventilasi yang canggih.

Baca Juga: Rekomendasi AC 1/2 PK, Lebih Hemat Listrik?

Menariknya, dengan menerapkan rumah dengan konsep ini, terbukti mampu mengurangi konsumsi energi hingga 95 persen. Bahkan, bangunan ini telah diakui secara global, dengan standar ketat yang
ditetapkan oleh Passive House Institute (PHI) di Jerman.

Manfaatkan Cahaya dan Udara Alami

Salah satu ciri khas rumah pasif adalah desainnya yang memungkinkan pemanfaatan energi alami secara optimal.

Rumah pasif biasanya dirancang dengan banyak jendela yang menghadap selatan, memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: Desain Rumah Bioklimatik Lebih Hemat Energi? Ini Cara Penerapannya!

Selain itu, rumah pasif sering menggunakan material bangunan alami, ramah lingkungan, termasuk
pemanfaatan ruang luar dan bukaan untuk mengoptimalkan sirkulasi udara, sehingga rumah
terasa lebih sejuk, tanpa perlu menggunakan banyak energi untuk pendingin udara. Rumah ini memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari bangunan konvensional:

1. Efisiensi Energi Tinggi

Rumah pasif dirancang untuk meminimalkan penggunaan energi aktif, terutama dalam hal pemanas dan pendingin ruangan.

Penggunaan panel surya dan sistem ventilasi yang cerdas memastikan bahwa kebutuhan energi bangunan sangat rendah.

2. Pemanfaatan Sinar Matahari

Lokasi dan orientasi rumah sangat penting. Rumah dengan konsep ini biasanya dibangun di lokasi yang mendapatkan sinar matahari yang cukup, dengan jendela besar di sisi selatan untuk memaksimalkan pemanasan alami.

3. Penggunaan Material Lokal dan Alami

Untuk mengurangi jejak karbon, rumah konsep ini sering menggunakan bahan bangunan lokal yang ramah lingkungan.

Material seperti kayu dan batu lebih disukai, sedangkan penggunaan plastik dan bahan sintetis lainnya
dihindari.

4. Sistem Pengolahan Air Efisien

Selain hemat energi, rumah ini juga dirancang untuk menggunakan air dengan lebih efisien, baik melalui sistem pemanenan air hujan maupun penggunaan teknologi sanitasi yang ramah lingkungan.

Keunggulan utama dari rumah konsep ini adalah efisiensi energi dan kenyamanan termal. Rumah ini
mampu menjaga suhu dalam ruangan tetap stabil sepanjang tahun tanpa harus bergantung
pada sistem pendingin udara yang mahal.

Baca Juga: Seperti Apa Desain Rumah 2050? Ini Kata Desainer Interior!

Selain itu, biaya operasional rumah ini jauh lebih rendah dibandingkan rumah konvensional, karena konsumsi energinya yang sangat rendah.

Ricky Alexander Samosir, PR & Marketing Communication Senior Manager Gravel, menjelaskan, “Selain perencanaan yang matang, dibutuhkan juga eksekutor yang handal untuk membangun rumah pasif.

Meskipun memiliki banyak keuntungan, proses pembangunan rumah konsep ini cukup kompleks. Anda dapat dengan mudah mengkonsultasikan dan membangun rumah idaman Anda dengan layanan Gravel borongan, “

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *