Genteng Beton vs genteng tanah liat
Tips & Trik

Genteng Beton VS Genteng Tanah Liat, Mana yang Lebih Baik?

Atap menjadi salah satu komponen penting di dalam hunian, karena memengaruhi kualitas rumah dalam jangka waktu panjang.

Dengan pilihan atap yang beragam dari banyak produsen, kini konsumen bisa memilih berdasarkan kebutuhannya masing-masing.

Baca Juga: Tips Dekorasi Dapur Kecil Tipe Rumah 36

Jika dulu atap atau genteng tanah liat banyak digunakan, kini beberapa bahan material atap lainnya seperti genteng beton bisa menjadi pilihan lainnya.

Namun, apa perbedaan dan kelebihan serta kekurangan kedua macam genteng tersebut? Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasannya.

1. Genteng Tanah Liat

Rumah Atap Tanah Liat
Rumah Atap Tanah Liat/ Foto: Unplash; Srinivasan Venkataraman

Genteng tanah liat dibuat dari tanah liat yang dipanggang dengan suhu tinggi. Kepadatan genteng ni ditentukan seberapa lama genteng itu dipanaskan.

Biasanya, genteng ini banyak ditemukkan dengan warna terakota. Terbuat dari tanah liat, genteng ini merupakan isolator yang baik.

Baca Juga: Mengapa Harus Melakukan Renovasi Wajib? Ini Penjelasannya

Karena tanah liat terbentuk secara alami, ubin tanah liat dapat mempertahankan warna aslinya selama bertahun-tahun, bahkan ketika terkena berbagai kondisi cuaca. Genteng tanah liat diklaim bisa bertahan selama 100 tahun.

Mereka menyerap panas namun tidak menghantarkannya sehingga membuat ruangan lebih sejuk. Namun, genteng ini memiliki bobot yang cukup berat sehingga memerlukan dukungan tambahan untuk rangka atap jika tidak dibangun dengan mempertimbangkan beban ekstra.

Baca Juga: 7 Pilihan Batu Alam Untuk Dinding Teras Rumah Minimalis

Untuk itu, pemasangan atap ini harus dilakukan oleh profesional.

Selain itu, karena terbuat dari tanah liat, genteng ini cukup rentan jika terinjak dan kerusakan akibat angin kencang.

2. Genteng Beton

Genteng Beton
Genteng Beton/ Foto: Pexels; kendincefotograf

Atap jenis ini terbuat dari campuran air, pasir, besi oksida, dan semen. Kemudian dibentuk dan ditempatkan di dalam oven yang suhu dan kelembapannya dikontrol.

Lalu disemprot dengan sealer yang memaksa kelembapan berlebih keluar dari genteng (yang membuatnya tahan air).

Baca Juga: 5 Cara Membuat Rumah Lebih Sejuk Saat Cuaca Panas

Berbeda dengan genteng tanah liat, genteng ini memiliki desain yang fleksibel. Mereka bisa dibentuk meniru sirap kayu, aspal, atau batu tulis.

Genteng beton memiliki daya serap air sekitar 13 persen, sehingga  lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur dan noda.

Tingkat penyerapan yang lebih tinggi juga berarti ketika ubin beton basah, genteng tersebut menjadi lebih berat sehingga menambah bobot pada struktur atap.

Untuk kekuatannya dilansir dari bravarooftile., genteng beton diklaim dapat bertahan hingga 50 tahun.

Baca Juga: Tips Membuat Rumah Nyaman, Tenang, dan Bebas Polusi

Terdapat perbedaan yang signifikan pada berat genteng beton dan tanah liat. Genteng beton memiliki berat hampir 40 persen lebih berat dibandingkan genteng tanah liat.

Oleh karena itu, rumah yang ingin menggunakan ubin beton perlu memastikan bahwa struktur atapnya mampu menahan beban.

Selain itu, warna genteng ini mungkin bisa memudar jika warna ditambahkan pada beton saat dibentuk dan juga bisa rapuh jika diinjak selama pemasangan atau perbaikan.

Baca artikel menarik lainnya di Homeloving.id

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *