Tempe merupakan salah satu protein nabati yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Dapat diolah menjadi beragam macam hidangan, menjadikan tempe banyak digemari.
Sama halnya dengan protein lainnya, tempe juga memiliki daya tahan simpan tergantung dengan cara penyimpannya. Selain itu, tempe kualitas terbaik akan lebih memiliki daya tahan yang lebih lama.
Baca Juga: Jangan Salah! Ini Cara Menyimpan Tempe di Kulkas Agar Tidak Kering
Dilansir dari laman AQUA Elektronik, setelah memilih tempe dengan kualitas terbaik, kalian harus menentukan kapan tempe itu akan dimasak.
Tempe yang sudah disimpan di dalam kulkas lebih baik dikonsumsi dalam kurun waktu dua hari, karena tempe akan terus mengalami proses fermentasi apabila belum dimasak.
Tempe Tahan Berapa Lama di Kulkas? Ini Tandanya Jika Sudah Rusak

Disarankan untuk menyimpan tempe di dalam kulkas di dalam wadah tertutup. Jika tempe dibalut dengan daun pisang, tetap simpan tempe tersebut dengan daun pisang di dalam wadah tertutup.
Baca Juga: Cara Menyimpan Daging Ayam di Kulkas Agar Tahan Lama
Namun, seperti yang dijelaskan sebelumnya, selain penyimpanan yang benar, harus diperhatikan beberapa tanda tempe yang sudah membusuk, seperti berikut ini.
1. Perubahan Warna
Tempe yang masih bagus kualitasnya, pasti berwarna putih dengan biji kedelai di dalamnya. Jika sudah membusuk, umumnya warnanya akan berubah kecoklatan atau kehitaman.
2. Aroma yang Menyengat
Ketika tempe sudah mengalami proses pembusukan, aroma menyengat akan tercium pada tempe karena jamur atau bakteri sudah berkembang.
Baca Juga: AQUA Elektronik Luncurkan Cold Chain dengan Tampilan Minimalis
Meskipun tempe memang difermentasi dengan bantuan mikroorganisme, tetapi bila kualitas tempe masih baik maka tempe tidak mengeluarkan aroma menyengat.
3. Mengeluarkan Lendir
Tanda tempe yang membusuk lainnya adalah keadaannya yang sudah berlendir. Tempe yang basah dan mengeluarkan lendir dikhawatirkan memiliki bakteri yang bisa berdampak pada kesehatan.
4. Berubah Tekstur
Dari segi tekstur, tempe yang sudah membusuk mudah patah dan memiliki tekstur yang mudah hancur. Jika mendapati keadaan tempe seperti ini, sebaiknya tidak dikonsumsi lagi.
