Amara Group dan Koelnmesse GmbH mengumumkan integrasi strategis empat pameran dagang utama pada September 2026.
News

Sinergi Masa Depan: Dari Material Mentah ke Desain Global

Industri mebel dan furnitur Indonesia memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional sekaligus peluang ekspansi yang masih sangat luas.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada 2025, ekspor mebel menempati peringkat kedua subsektor kerajinan dengan kontribusi sekitar 12,2 persen.

Baca Juga: Perkuat Pasar Global, Industri Furniture Indonesia Adakan Pameran Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Hal ini menegaskan peran furnitur sebagai industri bernilai tambah dan berorientasi ekspor.

Akan tetapi, ditengah pasar furnitur global bernilai ratusan miliar dolar AS per tahun, pangsa Indonesia masih berada di bawah satu persen.

Baca Juga: Tiga Arsitek Indonesia Tampilkan Karya di Pameran Roca, Barcelona

Kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan utama industri furnitur nasional bukan terletak pada potensi, melainkan pada konektivitas rantai nilai.

Hal ini terhubung mulai dari material, teknologi produksi, hingga akses langsung ke pasar internasional. Akses ke pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Timur telah terbentuk.

Namun masih memerlukan penguatan dari sisi standardisasi, inovasi, efisiensi produksi, dan integrasi antar segmen industri, termasuk keterlibatan desainer dan pelaku kreatif dalam proses hulu ke hilir.

Sebuah Ruang Pertemuan Antara Desain, Teknologi, dan Pasar

Pameran Bersinergi dari Hulu ke Hilir, Foto: Istimewa
Pameran Bersinergi dari Hulu ke Hilir, Foto: Istimewa

Dalam konteks inilah pameran internasional berperan sebagai platform utama bagi Indonesia untuk memperluas akses ke pasar Asia Tenggara dan global.

Pameran tidak lagi sekadar etalase produk, tetapi menjadi ruang pertemuan antara desain, teknologi, dan pasar—mempertemukan pelaku industri nasional dengan pembeli internasional, mitra material, serta jaringan distribusi global dalam satu ekosistem yang saling terhubung dan lintas negara.

Baca Juga: Amara Group dan Koelnmesse GmbH Umumkan Integrasi Strategis Pameran Dagang Furnitur Terkemuka Indonesia dalam Satu Platform

Perubahan pola hunian turut membentuk arah baru desain furnitur dan interior di Indonesia. Pertumbuhan signifikan pada segmen rumah berukuran kecil, menciptakan kebutuhan pasar yang besar akan furnitur ringkas, modular, dan solusi hemat ruang.

Desain tidak lagi hanya soal estetika, tetapi juga efisiensi ruang, fleksibilitas, dan fungsi.

Pameran dari Hulu ke Hilir

Menjawab kebutuhan tersebut, Amara Group dan Koelnmesse GmbH mengumumkan integrasi strategis empat pameran dagang utama yang mencakup sektor material, manufaktur, furnitur, dan interior ke dalam satu platform industri terpadu dari hulu ke hilir.

Mulai 2026, rangkaian pameran ini akan digelar secara co-located pada 23–27 September 2026 di NICE PIK 2 dan JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan target menghadirkan sekitar 800 exhibitor dan 15.000 pengunjung, serta partisipasi dari lebih dari 20 negara, termasuk Australia, Canada, China, Denmark, Finland, France, Gabon, Germany, Hong Kong, Indonesia, India, Italy, Malaysia, Singapore, Slovenia, South Korea, Sri Lanka, Switzerland, Taiwan, Thailand, Turkey, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat, mencerminkan skala dan keberagaman ekosistem desain dan industri yang dibangun.

Baca Juga: 3 Pameran Internasional, Interzum Jakarta, IHF, dan IFMAC & WOODMAC 2025 Hadir di JIEXpo, Jakarta

Secara keseluruhan, inisiatif ini diperkenalkan sebagai Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect, sebuah platform industri terpadu yang menghubungkan material, proses produksi, dan desain dalam satu ekosistem—sekaligus menjembatani kebutuhan pasar domestik dan internasional, termasuk ruang bagi pelaku kreatif dan UMKM.

“Konsep co-location dan penyelarasan lintas sektor ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan platform industri di Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik,” ujar Mathias Küpper, Managing Director dan Regional President Asia Pacific Koelnmesse Pte Ltd.

Baca Juga: Interzum Jakarta, International Hardware Fair Indonesia, IFMAC & WOODMAC, Sukses Pada Debut Perdananya!

Sebagai bagian dari penyelarasan ini, Amara Group dan Koelnmesse GmbH secara bersama mengelola IFFINA+, interzum jakarta dan International Hardware Fair Indonesia serta bergabung bersama Wakeni dalam penyelenggaraan IFMAC WOODMAC, yang akan diselenggarakan beriringan. Integrasi ini memungkinkan desainer, produsen, dan brand mengakses seluruh rantai nilai furnitur dalam satu pekan industri yang terkurasi, dengan sekitar 50 persen partisipasi pelaku UMKM pada IFFINA.

“Penyelarasan ini menyatukan berbagai platform industri utama sesuai dengan cara industri furnitur bekerja saat ini.

Baca Juga: Blum Indonesia Hadirkan Solusi Inovatif Lewat Tren Desain Interior di ARCH:ID 2025

“Inisiatif ini mendukung pengembangan bisnis dan perluasan akses pasar melalui platform industri yang menyeluruh dari hulu ke hilir,” ujar Dedy Rochimat, Ketua ASMINDO, sebagai kolaborator industri yang terlibat aktif dalam ekosistem IFFINA+.

Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect juga menjadi ruang pertukaran ide, pengetahuan, dan inovasi melalui program diskusi, business matching, dan forum terkurasi.

Baca Juga: Amara Group dan Koelnmesse GmbH Umumkan Integrasi Strategis Pameran Dagang Furnitur Terkemuka Indonesia dalam Satu Platform

Melalui ekosistem pameran yang terintegrasi, inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat jaringan kreatif dan industri, serta mendorong lahirnya solusi desain yang relevan dengan cara hidup, ruang, dan kebutuhan pasar masa kini.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *